Mahasiswa Tolak PJ Gubernur Aceh dari Militer

Kamis, 30 Juni 2022

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis Milenial Aceh menggelar konferensi pers, berlangsung di Shaka Kupi Kota Lhokseumawe.

Aktivis Milenial Aceh menggelar konferensi pers, berlangsung di Shaka Kupi Kota Lhokseumawe.

Lhokseumawe, MEDIAACEH.co.id – Aktivis Millenial Aceh menolak PJ Gubernur Aceh dari kalangan militer. Penolakan tersebut di sampaikan oleh Direktur Aktivis Milenial Aceh Fakhrurrazi, M.AP dalam konferensi pers yang berlangsung di Shaka Kupi Kota Lhokseumawe. Kamis (30/7/2022)

Fakhrurrazi mengatakan, berapa waktu yang lalu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) telah mengeluarkan rekomendasi tiga nama Pejabat Gubernur Aceh, yang di usulkan kepada kementerian dalam negeri. Dari ketiga nama tersebut satu di antaranya berasal dari kalangan Militer.

Rekomendasi tersebut tentu mendapatkan reaksi dari masyarakat Aceh. Ketidaksediaan masyarakat Aceh jika PJ Gubernur Aceh kedepannya ditetapkan dari kalangan Militer.

BACA JUGA...  Irdam IM Pimpin Wasrik di Kodim 0106/Ateng

“Jika hal ini terus di paksakan maka dapat menimbulkan masalah baru bagi Aceh. Perdamaian Aceh adalah hal yang lebih Penting pada penunjukkan tersebut,” Katanya.

Kemudian ia mengatakan, masyarakat Aceh saat ini hanya ingin hidup damai. Maka dari itu PJ Gubernur Aceh harus mampu menjaga keseimbangan dan memelihara perdamaian dengan baik. Tentu orang yang akan ditetapkan nanti yang menjadi PJ Gubernur Aceh benar-benar sosok yang mengerti soal Aceh, yang mengerti situasi ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Masyarakat Aceh.

BACA JUGA...  Warga Labuhan Haji Tolak  Rohingya, Kantor Imigrasi Meulaboh Lamban Tangani Pengungsi 

“Observasi kami dari berbagai sumber masyarakat Aceh kini menginginkan sosok yang akan menjadi yang menjadi PJ Gubernur Aceh harus dari kalangan Akademisi,” Ucapnya.

Selain itu dirinya menyebutkan, sebagai konsekuensi logis, Aktivis Milenial Aceh merekomendasikan sosok yang mengerti aceh, bukan hanya menjaga stabilitas politik di Aceh, akan tetapi orang yang mampu membangun di semua sektor publik dan hal itu berasal dari kalangan Akademisi atau kampus.

“Oleh karena itu kami menyatakan sikap sebagai berikut, kami menolak Pejabat Gubernur Aceh dari kalangan Militer. Sekalipun sebenarnya sudah tertutup kemungkinan dari kalangan militer TNI/Polri aktif untuk menjadi PJ berdasarkan putusan pemerintah dan MK,” sebutnya.

BACA JUGA...  Aparatur Protokol Dituntut Tingkatkan Profesionalisme Kerja

Fakhrurrazi meminta kepada Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian dalam negeri agar menetapkan Pejabat Gubernur Aceh dari Kalangan Akademisi atau kampus.

Jika memilih dari kalangan militer termasuk yang telah pensiun, masih mengibaratkan Aceh belum cukup kondusif. Padahal 2,5 tahun depan adalah waktu yang panjang dan bukan hanya mempersiapkan keamanan pelaksanaan Pemilu Serentak 2024.

“Kami memerlukan kepemimpinan sipil yang dekat dengan ide-ide perubahan dan demokrasi, untuk menjalankan program pembangunan dan kesejahteraan,” harapnya.(Mulyadi).

Berita Terkait

HSN 2026, Aceh Tengah Gaungkan Perlindungan Santri
Kakankemenag Aceh Utara Apresiasi Ayah Wa Sukseskan HSN 2026
Aceh Utara Peringati HSN 2026, Ayah Wa Ajak Santri Menguatkan Negeri 
Ayah Wa Ajak Warga Berbusana Santri
Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah
Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 
Ayah Wa: Semarakkan Hari Santri 2026 dengan Berpakaian Putih 
Bupati Tagore Salurkan 10,2 Juta Bibit Kopi

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:29 WIB

HSN 2026, Aceh Tengah Gaungkan Perlindungan Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Kakankemenag Aceh Utara Apresiasi Ayah Wa Sukseskan HSN 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:40 WIB

Aceh Utara Peringati HSN 2026, Ayah Wa Ajak Santri Menguatkan Negeri 

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

HSN 2026, Aceh Tengah Gaungkan Perlindungan Santri

Kamis, 22 Okt 2026 - 21:29 WIB

Pengurus dan anggota PWI Simeulue berdiskusi dengan kandidat Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin pada acara perpisahan di Pelabuhan Penyeberangan Sinabang, Kamis sore, 22 Oktober 2026. (Foto: Ricky PWI Simeulue)

RAGAM BERITA

Nasir Nurdin Silahturahmi, PWI Simeulue: Dua Periode 

Kamis, 22 Okt 2026 - 21:20 WIB

RAGAM BERITA

PSI Aceh Gelar Pelatihan Jurnalistik 

Kamis, 22 Okt 2026 - 21:11 WIB

Kakankemenag Aceh Utara H. Fadli, S. Ag., M. Si.

PEMERINTAHAN

Kakankemenag Aceh Utara Apresiasi Ayah Wa Sukseskan HSN 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 15:19 WIB