Capt. Taufik menegaskan, kehadiran Politeknik Kirana sejalan dengan visi Lion Air Group yang kini memiliki sekitar 26.000 karyawan dengan enam maskapai di tiga negara (Indonesia, Thailand, Malaysia), serta berbagai perusahaan pendukung termasuk fasilitas maintenance yang ditargetkan menjadi salah satu bengkel pesawat terbesar di Asia.
Menurutnya, industri penerbangan tidak mungkin berkembang tanpa sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. Oleh karena itu, Politeknik Kirana hadir bukan sekadar sebagai pusat pelatihan, melainkan lembaga pendidikan tinggi vokasi yang fokus pada keahlian praktis.
Politeknik ini membuka tiga program studi unggulan, yaitu:
Teknik Perawatan Pesawat Udara
Teknik Avionik
Manajemen Logistik Industri Penerbangan
Sistem pendidikan dirancang menggabungkan teori dan praktik secara bertahap, mulai dari 25 persen praktik di tahun kedua hingga 75 persen praktik di tahun keempat. Dengan pola ini, lulusan diproyeksikan siap bekerja di industri penerbangan, baik di lingkungan Lion Air Group maupun perusahaan mitra global.
Selain menyediakan fasilitas asrama, Politeknik Kirana juga menawarkan program beasiswa, ikatan dinas, hingga kesempatan belajar ke luar negeri di pabrik-pabrik pesawat terkemuka.




