
Seperti di Kabupaten Aceh Timur, Gayo Lues dan Langkat [provinsi Sumatera Utara). Hasil investigasi LembAHtari beberapa waktu lalu masih tingginya tingkat balakan liar di tiga kabupaten tersebut.
“Dengan gundulnya hutan di wilayah hulu DAS Tamiang, akibat balakan liar, hampir dipastikan membawa dampak bencana banjir, sebab tidak ada lagi tegakan yang mampu menampung debit air saat hujan melebihi ambang batas,” Jelasnya.
Sebab, kata Sayed. Pohon yang memiliki akar tunjang [pohon yang berumur ratusan tahun] mampu menyimpan air dan mengikat unsur tanah di perbukitan pada elevasi 45-99 derjat.
Amatan LembAHtari, terutama hutan di wilayah kabupaten Aceh Timur dan Gayo Lues terus dibalak, hingga menyebabkan terjadinya longsor pada titik-titik tertentu.
Imbasnya, Kabupaten Aceh Tamiang yang berada di hilir DAS Tamiang menerima air bah saat hujan berkepanjangan, sebab tak ada lagi pohon yang mampu menahan debit air.
“Pemerintah harus menyikapi hal ini dengan bijaksana dan komfrehensip, bukan tak mungkin Aceh Tamiang ke depan akan terus tenggelam setiap tahunnya, karena banjir kiriman air hujan di wilayah hulu DAS Tamiang,” jelasnya.
Arus Lalu Lintas Terputus
Banjir di Kabupaten Aceh Tamiang menyebabkan arus lalu lintas antar desa dari dan ke kecamatan putus total. Karena banjir sudah menggenangi 12 kecamatan yang ada di kabupaten paling timur Aceh itu.




