Presiden Jokowi: Jangan Ada Lagi Kongkalingkong Dalam Pengadaan Barang Dan Jasa

Kamis, 29 Desember 2016

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | AP- Presiden Joko Widodo meminta Menteri dan Kepala Lembaga betul-betul memastikan proses lelang dapat dilakukan lebih awal. Ia ingin semua kegiatan mulai efektif berjalan pada Januari 2017.

Hal tersebut diungkapkan Jokowi dalam rapat terbatas yang membahas Revisi Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (29/12/2016) sore.

Selain itu, Jokowi meminta Menteri dan kepala lembaga agar mengawasi area yang rawan serta membuka celah tindak pidana korupsi dalam pengadaan barang dan jasa.

BACA JUGA...  Gara gara Sorot Bisnis Politisi Pro Jokowi, Seorang Wartawan Masuk Penjara

Mulai dari tahap ‎perencanaan penganggaran sampai implementasi pelaksanaan.

Ia berharap tidak ada lagi proyek yang sudah diijonkan, penggelembungan harga atau mark up, praktik suap kepada pihak terkait modus kongkalikong dengan vendor.

Kemudian lelang fiktif dengan memanipulasi dokumen dan pemenang pengadaan,.

“Tidak boleh terjadi lagi. Sekali lagi tidak boleh terjadi lagi!” tegas Jokowi.

BACA JUGA...  Anies Hadir di Pernikahan Kaesang 'Dicukin' Ternyata Begini Caranya 

Menueurtnya praktek korupsi seperti itu bukan hanya merugikan keuangan negara tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas barang dan jasa yang tidak sesuai dengan standar.

Selain mengoptimalkan pengawasan, Jokowi juga minta setiap kementerian dan lembaga melakukan reformasi besar-besaran dalam sistem pengadaan barang dan jasa dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Jokowi mendapatkan informasi bahwa total transaksi elektronik pengadaan barang dan jasa pemerintah tahun 2016 sudah mencapai Rp 399 triliun.

BACA JUGA...  Di Tengah Sorotan Publik, Panitia Pemilihan Kecamatan Dilantik 

Kemudian E-katalog tahun 2016 sudah memuat 81.000 produk dengan nilai transaksi Rp 48 triliun.

Ke depan Presiden Jokowi ingin jumlah produk dan nilai transaksi e-katalog lompatannya lebih tinggi lagi.

“Dengan menggunakan teknologi informasi, saya yakin seluruh proses pengadaan barang dan jasa dapat dilakukan lebih mudah, lebih sepadan, lebih transparan,” jelasnya. [TRIBUNNEWS.COM]

Berita Terkait

Bibit Kopi Program Hilirisasi Kementan Disambut Petani Gayo, Kualitas Dinilai Memuaskan
Ayah Wa Umumkan Jadwal Pencairan Bantuan Rumah Rusak Malam Ini di Live TikTok 
Bupati Asel H. Mirwan MS Tetapkan Darurat Bencana untuk Masa 14 Hari
Bupati HMW Turun Langsung ke Lokasi Banjir Aceh Selatan
100 Hari Penentuan! Ayah Wa Tantang 10 Pejabat Baru Buktikan Kinerja
Lantik 10 Pejabat, Ayah Wa Tegaskan Jabatan Bukan Hadiah
Mistan Aulia Apresiasi TNI Bangun Jembatan
Banjir di Trumon Berulang, Bupati  Aceh Selatan HMW Tidak di Tempat 
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:54 WIB

Bibit Kopi Program Hilirisasi Kementan Disambut Petani Gayo, Kualitas Dinilai Memuaskan

Minggu, 1 November 2026 - 20:43 WIB

Ayah Wa Umumkan Jadwal Pencairan Bantuan Rumah Rusak Malam Ini di Live TikTok 

Minggu, 1 November 2026 - 11:19 WIB

Bupati Asel H. Mirwan MS Tetapkan Darurat Bencana untuk Masa 14 Hari

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:24 WIB

Bupati HMW Turun Langsung ke Lokasi Banjir Aceh Selatan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:17 WIB

100 Hari Penentuan! Ayah Wa Tantang 10 Pejabat Baru Buktikan Kinerja

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Teuku Iskandar Nahkodai ORARI Bener Meriah

Minggu, 1 Nov 2026 - 17:51 WIB