Kedua tokoh ini menyoroti pentingnya hubungan bilateral antara Aceh dan negara-negara tetangga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis lokal.
Tokoh internasional lain yang hadir, Tan Sri Datuk Seri Utama William Cheng, CEO Lion Group Malaysia, menyampaikan bahwa Aceh memiliki potensi besar di sektor pertambangan dan energi terbarukan.
“Aceh adalah kawasan strategis dengan sumber daya alam yang melimpah. Ini adalah kesempatan bagi dunia untuk melihat Aceh sebagai tujuan investasi yang menjanjikan,” ujar William Cheng.
Sesi pemaparan turut menghadirkan Kepala BAPPEDA Aceh, Dr. H. T. Ahmad Dadek, S.H., M.H., yang membahas rencana pembangunan infrastruktur untuk mendukung iklim investasi.

Dari sektor energi, Dian Budidarma dan Khairil memaparkan potensi energi terbarukan seperti panas bumi dan angin yang belum tergarap secara optimal.
Sementara itu, sektor agrikultur dan kelautan menjadi sorotan utama melalui pemaparan dari Cut Huzaimah (DISTAMBUN) dan Aliman (Dinas Kelautan).
Aceh dinilai memiliki daya saing tinggi dalam pengembangan perkebunan kelapa sawit dan komoditas unggulan lainnya.




