# Solusinya?
Sudah sewajarnya Walikota Banda Aceh segera menunda pelaksanaan pembangunan IPAL tersebut, dan kalau pun kemudian ada versi pemerintah soal temuan riset peneliti arkeologi berbeda dengan versi para peneliti lainnya, alangkah bagusnya dipertemukan dalam sebuah seminar, agar temuan versi pemerintah dan versi peneliti lainnya melahirkan sebuah kesepakatan keilmuan tetang temuan situs sejarah tersebut.
Hanya jalan musyawarah solusinya dengan melibatkan semua komponen yang ada, tidak hanya pemerintah, namun para peneliti, para keturunan raja Aceh, akademisi, ulama dan lainnya, agar ada sebuah kesepakatan, jalan keluar, biarpun membutuhkan waktu sedikit lama. (*)



