Banda Aceh (ADC)- Kontingen Kota Langsa berhasil mengukir prestasi cemerlang dengan meraih juara umum pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SMP.
Mereka berhasil meraih sebanyak tiga medali emas, satu medali perak, satu perunggu dan dua juara empat pada ajang O2SN tingkat Provinsi Aceh yang dimulai sejak 12 hingga 15 Juli 2019 di Kota Banda Aceh.
Bukan hanya SMP, semua jenjang dari SD, SMP, SMA dan SMK kontingen dari Kota Langsa berhasil menyapu bersih juara umum pada tahun 2019 ini. Atas keberhasilan ini, mereka mendapatkan piala sebagai juara umum terbaik selama pelaksanaan O2SN tingkat Provinsi Aceh.
Adapun ke tujuh siswa SMP Kota Langsa yang berhasil meraih medali pada kejuaraan 02SN tingkat Provinsi Aceh tahun 2019 yaitu, tiga medali emas masing masing diraih oleh Sri Wahyuni Wulandari (SMPN 2 Langsa) pada cabor kid’s atletik, Jabbar Reza (SMPN 9 Langsa) pada cabor pencak silat putra, Dwina Tasya Khaila Zuhra (SMPN 1 Langsa) pada cabor pencak silat putri.
Sedangkan medali perak diraih oleh Sigit Pangestu (SMPN 1 Langsa) pada cabor kid’s atletik dan medali perunggu diraih oleh Nia Ramadhani (SMPN 2 Langsa) pada cabor bulutangkis putri. Sementara itu, untuk dua peraih juara empat yaitu, Syakira Nayra (SMPN 3 Langsa) pada cabor karate putri dan M. Fadhil Hasibuan (MTs MUQ Langsa) pada cabor renang putra.
Bagi juara I mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan Rp 3.5 juta, juara II mendapatkan uang pembinaan Rp 3 juta, Juara III Rp 2.5 juta dan juara IV Rp 2 juta. Selain mendapatkan uang pembinaan, para juara juga mendapatkan trophy dan piagam penghargaan.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd yang diwakili Kabid Pembinaan SMA dan PKLK, Zulkifli, M.Pd saat menutup ajang O2SN jenjang SMP, Minggu 14 ajuli 2019 malam di Hotel Grand Syariah Lamdom menyampaikan, bahwa prestasi yang telah diraih kontingen dari Kota Langsa ini patut dicontoh oleh daerah daerah lain. Pasalnya, mereka bukan hanya berhasil di satu jenjang saja, namun semua jenjang dari SD, SMP, SMA dan SMK dapat mereka rebut sebagai juara umum.
“Prestasi ini tentu tidak lahir secara instan, ada kerja keras dalam berlatih dari para siswa dan pendamping. Ini patut menjadi contoh bagi daerah lain di masa yang akan datang, terutama bagi semua pemangku kepentingan yang ada,” tutur Syaridin.
Lanjut Zulkifli menambahkan, dengan adanya prestasi di tingkat provinsi, maka para atlet dari jenjang SD dan SMP nantinya akan bisa memilih sekolah sekolah favorit yang ada di Aceh. Hal itu dikarenakan, pemerintah telah mengatur sebanyak 5 persen pendaftar siswa baru di sekolah dibolehkan mendaftar melalui jalur prestasi.
“Jika anak-anak semua memiliki prestasi mulai dari tingkat kabupaten/kota, maka sudah bisa mendaftar untuk masuk di sekolah favorit. Apalagi ini merupakan prestasi di tingkat provinsi, maka tentunya akan lebih diprioritaskan untuk masuk sekolah favorit yang ada di Aceh,” ungkap Kabid Pembinaan SMA dan PKLK.
Selain itu, Zulkifli juga meminta kepada para atlet yang meraih juara pertama pada setiap cabang olahraga, untuk dapat mempersiapkan diri dengan berlatih sebaik mungkin guna persiapan pertandingan yang sama di tingkat nasional pada tahun 2019 ini.
“Kami minta kepada para pelatih mulai hari ini, agar mulai menyiapkan peserta didiknya berlatih. Mohon di data progres dari kemampuan atletnya agar setiap hari dapat meningkat,” pinta Zulkifli.
Lanjutnya, saat ini Aceh merupakan salah satu provinsi yang disegani di tingkat nasional. Hal itu dikarenakan, prestasi cemerlang yang diraih guru dan siswa Aceh dikancah nasional selama dua tahun terakhir meningkatkan drastis. Bahkan, katanya lagi, Aceh merupakan provinsi terbaik di sumatera pada event event yang dilaksanakan secara nasional.
“Pelaksanaan ajang O2SN tingkat Provinsi Aceh ini bertujuan, untuk bersilaturahmi antar siswa, pelatih dan guru dari daerah lain. Hal ini agar dapat bertukar pengalaman antar atlet dan menjalin komunikasi yang baik antar sesamanya,” ungkapnya.
Sebelumnya ketua panitia O2SN SMP tingkat Provinsi Aceh, Syukri, M.Pd melaporkan, para dewan juri berasal dari PASI, PBSI, PSSI, FORKI, dan PRSI Aceh.
Perlombaan dilaksanakan di sejumlah tempat di Banda Aceh dan Aceh Besar, masing-masing cabor kid’s atletik di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, cabor pencak silat di Padepokan GOR Stadion Harapan Bangsa, cabor karate di Gedung Serbaguna Lhong Raya, Bulu tangkis di Aceh Sport Center Beurawe, dan cabor renang di kolam renang TNI Raider Mata Ie, Aceh Besar.
“Kegiatan ini bertujuan, untuk mendukung bakat atlet Aceh yang berkualitas dan mandiri serta berkepribadian yang baik, dan sekaligus sebagai upaya pembentukan sikap, mental, sportivitas, kejujuran, dan solidaritas sesama siswa yang pada gilirannya akan dapat meningkatkan mutu pendidikan khususnya di Provinsi Aceh,” ungkapnya.
Pada bagian lain, sebanyak 10 siswa SMK (putra dan putri) yang meraih juara I di tiap cabang olahraga dinyatakan berhak melaju ke O2SN SMA/SMK tingkat nasional yang diselenggarakan sejak 15 hingga 21 Agustus 2019 di Kota Semarang, Jawa Tengah.





