TAKENGON (MA) – Penyelenggaraan debat publik calon bupati dan wakil bupati Aceh Tengah periode 2024-2029 pada Selasa (12/11/2024) mendapat sorotan tajam. Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Tengah dinilai kurang profesional dalam mengatur jalannya acara yang berlangsung di Takengon.
Selama debat berlangsung, sejumlah kendala teknis terjadi, salah satunya terkait mikrofon yang sering mati secara tiba-tiba. Yang menjadi sorotan adalah mikrofon yang mati khususnya pada giliran pasangan calon nomor 5, Haili Yoga dan Muchsin Hasan. Hal ini menyebabkan paslon tersebut mendapat sorakan dan teriakan dari penonton.
Tidak hanya itu, saat penyampaian visi dan misi, kondisi ruang debat tidak kondusif dengan banyaknya suara ribut dari penonton. Situasi ini mengganggu fokus pasangan calon dalam menyampaikan program mereka kepada publik. Beberapa pihak menilai hal ini tidak seharusnya terjadi jika KIP Aceh Tengah lebih tegas dan profesional dalam mengatur jalannya debat sesuai aturan yang ada.
Kritik lain juga datang terkait minimnya publikasi acara debat yang seharusnya terbuka bagi masyarakat luas. Bahkan, dalam acara tersebut, tidak satu pun anggota KIP yang bersedia memberikan keterangan kepada wartawan, yang menimbulkan kesan tertutup dan kurang transparan dalam pelaksanaannya.(AR)




