3.Gampong Balohan (Kecamatan Sukajaya): Rp.373.456.000
4.Gampong Batee Shok (Kecamatan Sukamakmue): Rp.316.885.000
5.Gampong Beurawang (Kecamatan Sukamakmue): Rp.221.197.000
6.Gampong Cot Abeuk (Kecamatan Sukajaya): Rp.247.260.000
7.Gampong Cot Ba U (Kecamatan Sukajaya): Rp.373.456.000
8.Gampong Iboih (Kecamatan Sukamakmue): Rp.364.556.000
9.Gampong Ie Meulee (Kecamatan Sukajaya): Rp.351.408.000
10.Gampong Jaboi (Kecamatan Sukajaya): Rp.254.372.000
11.Gampong Keunekai (Kecamatan Sukamakmue): Rp.258.635.000
Gampong Krueng Raya (Kecamatan Sukakarya): Rp.373.456.000
13.Gampong Kuta Ateuh (Kecamatan Sukakarya): Rp.373.456.000
14.Gampong Kuta Barat (Kecamatan Sukakarya): Rp.358.936.000
15.Gampong Kuta Timu (Kecamatan Sukakarya): Rp.297.132.000
16.Gampong Paya (Kecamatan Sukamakmue): Rp.255.695.000
17.Gampong Paya Seunara (Kecamatan Sukamakmue): Rp.348.124.000
18.Gampong Ujoeng Kareung (Kecamatan Sukajaya): Rp.235.619.000.
Dengan anggaran desa yang kecil Keuchik harus pintar mengelola dana desa yang terbatas, agar bisa maksimal manfaatnya buat masyarakat.
Dapat memfokuskan pada kebutuhan dasar masyarakat, seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Pastikan penggunaan dana desa transparan dan akuntabel. Libatkan masyarakat dalam perencanaan dan pengambilan keputusan dan pastikan ada pengawasan yang efektif untuk mencegah penyalahgunaan dana. (Jalaluddin Zky).




