Keuchik Gampong Kuta Barat Sabang Cabut Surat Domisili Casis Rekpro Polri

Kamis, 8 Februari 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Keuchik Gampong Kuta Barat Ir M Hamim saat memberi keterangan pers terkait surat domisili salah seorang Casis Rekpro Polri

Keuchik Gampong Kuta Barat Ir M Hamim saat memberi keterangan pers terkait surat domisili salah seorang Casis Rekpro Polri

Sabang (MA) – Keuchik (Kepala Desa) Gampong Kuta Barat, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang Ir M Hamim, dengan tegas kepada wartawan mengatakan dirinya mencabut surat Keterangan Domisili Nomor: 471.1/1526 atas nama TFF yang menyatakan bahwa seolah-olah yang bersangkutan sudah berdomisili di Jurong Kebun Merica, Gampong Kuta Barat, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, selama 4 tahun 7 bulan.

BACA JUGA...  Kejari Sabang Kembali Masukan Dodi Anshari Ke Penjara Atas Kasus Korupsi Pembebasan Lahan TPA Lhok Batee

Padahal selama ini diketahui yang bersangkutan tinggal bersama orang tua (ikut orang tua) yang merupakan warga Jalan M Juned Dusun Delima, Gampong Baro, Kecamatan Meraxa, Kota Banda Aceh. Namun, untuk keperluan masuk menjadi Calon Siswa (Casis) Rekrutmen Proaktif (Rekpro) diduga TFF memalsukan surat domisili, agar dapat mengikuti menjadi anggota Polri melalui Casis Rekpro di Sabang yang notabenenya daerah kepulauan terluar.

BACA JUGA...  Polres Sabang Gelar Turnamen Catur Junior Bagi Pecatur Pemula

Terkait hal ini Keuchik Gampong Kuta Barat, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang Ir M Hamim dengan tegas mengatakan bahwa diri mencabut seluruh surat yang pernah dikeluarkan oleh pemerintah Gampong Kuta Barat, yang dipergunakan oleh Casis Rekpro Polri atas nama TFF.

Keuchik Ir M Hamim mengatakan hari ini saya selaku Geuchik Gampong Kuta Barat, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, mengklarifikasi berita yang beredar di masyarakat bahwasanya pada bulan Agustus 2023 lalu kami ada mengeluarkan surat keterangan domisili. Tetapi setelah saya teliti, juga terdapat laporan dari pihak Jurong (RT) dan mantan Aneuk Jurong (RW) Kebun Merica, bahwa ada hal-hal atau prosedur yang tidak dijalankan sebagai mana mestinya.

BACA JUGA...  Tikungan Ujoeng Murong Kembali Makan Korban Pemko Sabang Enggan Perduli Keselamatan Wisatawan

Berita Terkait

Diving di Iboih, Wisatawan Malaysia Hilang Belum Ditemukan
Coffee Morning Kapolres Sabang, Media Diajak Perkuat Sinergitas
Tgk Agam Bantah Pukul ML, Siapkan Laporan Balik
Sabang Jadi Sorotan Wagub Aceh Dorong Penguatan Jalur Internasional
Dandim Sabang Ajak Wartawan Bersama Jaga Kondusivitas Daerah
Kapolda Aceh ke Sabang, Pastikan Kesiapan Jajaran Kepolisian
Cot Ba’u Didorong Jadi Destinasi Wisata Budaya
Ada Apa dengan Taman Budaya Sabang? BPJS Kesehatan Dipertanyakan

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 14:34 WIB

Diving di Iboih, Wisatawan Malaysia Hilang Belum Ditemukan

Jumat, 11 September 2026 - 17:14 WIB

Coffee Morning Kapolres Sabang, Media Diajak Perkuat Sinergitas

Rabu, 9 September 2026 - 23:25 WIB

Tgk Agam Bantah Pukul ML, Siapkan Laporan Balik

Rabu, 9 September 2026 - 22:43 WIB

Sabang Jadi Sorotan Wagub Aceh Dorong Penguatan Jalur Internasional

Selasa, 8 September 2026 - 16:38 WIB

Dandim Sabang Ajak Wartawan Bersama Jaga Kondusivitas Daerah

Berita Terbaru

Foto : Ilustrasi AI

PERISTIWA

Diving di Iboih, Wisatawan Malaysia Hilang Belum Ditemukan

Minggu, 13 Sep 2026 - 14:34 WIB

Jubir Pemkab Aceh Utara Tgk. Muntasir Ramli.

PEMERINTAHAN

Terkait Biaya Pesta Rakyat, Begini Kata Jubir Pemkab Aceh Utara 

Minggu, 13 Sep 2026 - 12:05 WIB

Cover: Ilustrasi Eksplorasi dan Eksploitasi Migas.

TAJUK

Migas; Mencari Cadangan, Menghadapi Risiko

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:12 WIB

FEATURE

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:56 WIB

Anggota DPRK Asel Mistan Aulia (kanan) meninjau Irigasi Paya Dapur Kluet Timur bersama tim BPBD setempat, Jumat, (11/9/2026).(Poto/media eh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:50 WIB