Ketum PPWI Pusat Datangi Markas Komando Grup I Kopassus, Ada Apa?

Ketum PPWI Pusat Wilson Lalengke silahturahmi dengan Dangrup-1 Kopassus Kolonel Inf. Irfan Amir.

“Makopassus ini menempati areal seluas 200 hektar lebih, yang telah ditanami pohon sejak belasan tahun lalu. Akibatnya, banyak sampah dedaunan yang tiap saat berjatuhan di areal Mako. Kalau orang lain melihat sampah sebagai masalah, saya justru memandang ini sebagai peluang yang potensial untuk dimanfaatkan, salah satunya adalah sebagai bahan pembuatan pupuk kompos,” jelas Dangrup-1 Kolonel Inf. Irfan Amir.

BACA JUGA...  Tahun 2018, Pemerintah Aceh Plot Rp.890 Miliar Untuk JKA

Untuk merealisasikan idenya itu, sambung Irfan Amir, pihaknya telah bekerjasama dengan pihak swasta yang mengolah sampah dedaunan untuk dijadikan pupuk yang langsung bisa dipasarkan. “Sampah yang dihasilkan oleh pepohonan di sini mencapai 3-4 truk setiap hari. Dan saya sudah menggandeng pihak swasta untuk kerjasama mengelola sampah-sampah itu, yang menggunakan mesin pengolah sampah, hanya dalam waktu satu jam, sampah tadi sudah langsung jadi pupuk kompos dan bisa dijual ke pasaran,” tambahnya.

BACA JUGA...  Revitalisasi Pekan Peunayong: Antara Impian dan Kenyataan

Sementara itu, Wilson Lalengke menjelaskan program-program PPWI yang dilaksanakan selama ini, juga beberapa program yang dipersiapkan untuk dilaksanakan pada tahun 2024. Sebagaimana halnya beberapa program kerjasama PPWI dengan Kopassus yang sudah berjalan selama ini, Ketum PPWI itu juga menyampaikan untuk meneruskan kegiatan-kegiatan kerjasama yang diharapkan akan dikembangkan lebih besar lagi, baik dari segi kuantitas maupun kualitas programnya.