ACEH BESAR | MA — Ketua Komite SMK-PP Negeri Saree Aceh, Maswadi Syarif, M.Pd, menyampaikan kritik tajam terhadap kinerja Dinas pendidikan (Disdik) Provinsi Aceh yang dinilai kurang optimal dalam melakukan pengawasan terhadap proses pendidikan di sekolah berbasis boarding school tersebut.
SMK-PP Negeri Saree Aceh merupakan Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan yang menerapkan sistem asrama (boarding school). Kurikulumnya diatur oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sementara proses monitoring serta pengawasan dilakukan oleh Dinas Pendidikan Aceh. Namun, menurut Maswadi, peran pengawasan tersebut masih jauh dari harapan.
“Hasil pantauan kami, baik dari masyarakat peduli pendidikan vokasional pertanian maupun dari pengurus komite, menunjukkan adanya kelemahan pengawasan oleh dinas pendidikan. Akibatnya, sebagian guru di SMK-PP Negeri Saree kurang disiplin dalam menjalankan tugas,” ungkap Maswadi kepada media, Kamis (11/9/2025).
Ia mencontohkan, terdapat guru yang tidak masuk mengajar selama beberapa hari, ada yang hadir namun tidak tepat waktu, bahkan ada yang meninggalkan sekolah lebih cepat dari jam yang ditentukan. Kondisi ini, menurutnya, sangat merugikan peserta didik maupun masyarakat yang berharap anak-anak mereka mendapatkan pendidikan terbaik.




