Ketua DPRK Banda Aceh Serahkan KTP dan KK Kepada Pasien Telantar asal Bireuen

example banner

 146 total views,  1 views today

Banda Aceh (MA)- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar ST, menyerahkan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) kepada Zulfikar pasien asal Bireuen yang terlantar di Taman Ratu Safiatuddin Banda Aceh.

banner 325x300

Farid Nyak Umar bersama, Anggota DPRA Dapil Bireuen, Purnama Setia Budi dan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Banda Aceh, Emila Sovayana, menyerahkan KK dan KTP di Rumah Sakit Umum Zainol Abidin Banda Aceh, Senin 11 November 2019.

Pada kesempatan tersebut, Farid Nyak Umar menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menfasilitasi agar Zulfikar mendapatkan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA).

Menurut Farid, informasi awal tentang Zulfikar ini diterimanya dari Anggota DPRA, Purnama Setia Budi dari Fraksi PKS Daerah Pemilihan Bireuen.

“Dalam hal ini, kami menyampaikan terima kasih kepada pihak manajemen rumah sakit, dan tenaga medis di RSUZA. Ini membuktikan juga kepada masyarakat, bahwa tidak ada perbedaan dalam pelayanan,” kata Farid Nyak Umar saat menghampiri Zulfikar.

Selain itu, Farid juga mengapresiasi Disdukcapil Kota Banda Aceh yang telah merespon dengan cepat untuk merekam data yang bersangkutan, sehingga bisa diserahkan pada hari ini.

“Sekali lagi kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, terutama pemerintah Aceh dalam hal ini RSUZA, begitu juga Disdukcapil Banda Aceh, tentu kami di DPRK akan mendorong pemerintah agar terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” pungkas Farid.

Sementara itu, Anggota DPRA asal Bireuen Purnama Setia Budi, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak, dan Manajemen rumah sakit RSUZA, yang telah merawat pasien tersebut, meskipun belum memiliki kartu pengenal.

Menurutnya, hal ini terlaksana berkat kerja sama lintas DPRK dan DPRA dari Fraksi PKS. Purnama berharap, komunikasi ini terus terjalin sehingga kedepan bisa membantu warga lain yang mengalami nasib yang sama.

“Dalam hal ini kami berterima kasih kepada Ketua DPRK Banda Aceh, Disdukcapil Kota Banda Aceh kemudian dibantu juga oleh RSUZA, meskipun tidak ada data pengenal tetap dilayani dan diberikan perawatan,” kata Purnama.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Banda Aceh, Emila Sovayana menambahkan, pasien ini merupakan penduduk rentan, yang tidak memiliki data kependudukannya. Karena dia tidak memiliki data, maka pihaknya dari Disdukcapil membantu untuk merekam data dan menyerahkan data kependudukan kepada masyarakat.

“Beliau sedang sakit, untuk membuat BPJS itu harus memiliki KK dan KTP, maka kami bergerak cepat untuk membuat KK dan KTP nya. Untuk sementara, beliau dibuat alamat rumah sakit, nanti kalau sudah sembuh pulang lagi ke daerahnya, kita pindahkan alamatnya,” kata Emila.

Sebelumnya, pekerja kemanusiaan di Banda Aceh mengevakuasi Zulfikar ke RSUZA yang dilaporkan sudah dua minggu telantar di kawasan Taman Ratu Safiatuddin, Lampriek, Banda Aceh. (R)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Malu Achh..  silakan izin yang punya webs...