KETIKA WARTAWAN JUGA KORBAN

Senin, 22 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketika Wartawan Bagian Dari Korban Bencana Ekologis Aceh Tamiang. SPS Aceh Hadir.

Ketika Wartawan Bagian Dari Korban Bencana Ekologis Aceh Tamiang. SPS Aceh Hadir.

DI AKHIR sambutannya, Sayed mengajak semua yang hadir untuk bermunajat—memohon agar Aceh Tamiang dijauhkan dari marabahaya, dari bencana yang berulang, dan diberi kekuatan untuk berbenah.

Bencana ini, katanya, harus menjadi cermin. Bukan hanya untuk pemerintah, tetapi juga masyarakat, pelaku usaha, dan semua pihak yang selama ini hidup berdampingan dengan alam.

BACA JUGA...  TNI Tanam 385 Batang Pohon Vetiver dan Tegakan Keras Upaya Mitigasi Terhadap Tanah Longsor

Jika hutan terus ditebang, sungai dipersempit, dan lingkungan diperlakukan tanpa nurani, maka banjir dan lumpur akan terus datang—dengan atau tanpa hujan ekstrem.

PERS SEBAGAI PENJAGA INGATAN

DI TENGAH krisis, peran wartawan menjadi semakin penting. Mereka bukan hanya penyampai informasi, tetapi penjaga ingatan kolektif. Mereka mencatat luka, menuliskan sebab, dan mengingatkan agar tragedi tidak terulang.

BACA JUGA...  Giggs Tak Ingin Kejadian Musim Lalu Terulang

Namun untuk bisa menjalankan peran itu, wartawan juga harus dijaga. Bukan dimanjakan, tetapi dipastikan mampu bertahan secara manusiawi.

Bantuan sembako dari SPS Aceh mungkin sederhana, tetapi ia memuat pesan besar; solidaritas internal pers masih hidup. Di tengah bencana ekologi yang membuka banyak borok struktural, empati menjadi energi awal untuk bangkit.

BACA JUGA...  ALAMP AKSI Desak Kejati Usut Dugaan Korupsi Poltekkes dan Bimtek Aceh Tamiang

DARI LUKA MENUJU KESADARAN

ACEH TAMIANG hari ini adalah hamparan luka. Lumpur yang mengering di dinding rumah, jembatan yang patah, dan ingatan tentang air bah yang datang tanpa ampun. Namun di balik semua itu, ada kesadaran yang mulai tumbuh—bahwa bencana ini bukan semata takdir, melainkan peringatan.

Berita Terkait

Nurzahri: Kita  Apresiasi Kepada Bang Barona Raja Udah Tangani ODGJ di Aceh Utara
Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027
Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara
ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia
JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media
Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 
Iskandar: Terima Kasih Ayah Wa, Sudah Mengobati ODGJ di Aceh Utara 
Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Nurzahri: Kita  Apresiasi Kepada Bang Barona Raja Udah Tangani ODGJ di Aceh Utara

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:57 WIB

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Senin, 28 September 2026 - 20:12 WIB

JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Teuku Iskandar Nahkodai ORARI Bener Meriah

Minggu, 1 Nov 2026 - 17:51 WIB