Bireuen (MA) – Wakil Bupati Bireuen, Dr. H. Muzakkar A Gani, SH, M.Si menyerakan satu unit mobil merk Daihatsu Luxio B 1175 PQF, mobil tersebut merupakan bantuan dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, untuk kenderaan operasional Perlindungan Perempuan dan Anak, Kabupaten Bireuen, di Meuligoe Bupati, Jumat (20/12).
Wakil Bupati Bireuen, Dr.H.Muzakkar A Gani, SH,MSi dalam penyerahan yang dihadiri asisten dan kepala dinas terkait, berharap agar prestasi telah di raih baik oleh DPMPKB, Dinas Kesehatan, Kominfo serta lainnya dapat terus ditingkatkan.
Keberhasilan ini tentunya menyenangkan pimpinan daerah, dan bantuan mobil ini merupakan apresiasi tertinggi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, yang diberikan untuk Bireuen. “Terus bekerja, berkarya, berkerjasama, tingkat status Kabupaten layak anak dari pratama ke madya,” ujar Muzakkar.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong, Perempuan dan Keluarga Berencana (DPMGPKB), Bireuen, Bob Miswar, SSTP, MSi, mengatakan, mobil Perlindungan Perempuan dan Anak ini, merupakan salah satu bentuk insentif dari pemerintah pusat, atas keberhasilan yang dicapai, seperti Kabupaten Layak Anak. Maka, melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, sangt menghargai Kabupaten/Kota, yang telah berkerja baik dalam menyediakan layanan ataupun penyelenggaraan urusan-urusan pemerintahan dibidang perlindungan perempuan dan anak.
Bireuen dianggap sangat progresif dalam program ini, ditandai pertama sekali oleh pembentukan PPA wujud transpormasi dari UPTD menangani urusan perempuan dan anak menjadi pertama di Indonesia yang mendapat penghargaan dari Menteri tahun 2018.
Kedua wujud konsistensi kita dalam pemenuhan hak-hak anak didukung dinas terkait secara utuh. Juga ditetapkannya Bireuen sebagai Kabupaten layak anak tingkat pratama yang diterima penghargaan diterima Wakil Bupati di Hari Anak Nasional di Makassar 2019. “Maka kemudian Pemerintah Pusat menganggap Bireuen sudah kayak diberi insentif melalui mobil perlindungan perempuan dan anak,” terang Bob Miswar sebelum peusijuk/tepung tawar mobil baru oleh Tgk Marbawi.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan akses dan quik respon terhadap berbagai kasus-kasus yang menimpa perempuan dan anak di Bireuen. Dalam tiga tahun terakhir angka kekerasan terhadap perempuan dan anak menurun secara grafik. Adanya upaya-upaya penanganan baik melalui sosialisasi dan juga pendamping terhadap korban. Tapi disisi lain, kemajuan teknologi dan informasi, kemudian membuka cakrawala masyarakat tidak lagi takut melaporkan kepada pihak terkait .
Dikatakan, tahun ini Bireuen meraih juara 1 dan 2 ketahanan keluarga tingkat Provinsi Aceh, plus penghargaan saat peringatan Hari Ibu Provinsi Aceh, minggu lalu. “Hasil yang dicapai ini merupakan kerja cerdas, semangat dan koloborasi bersama SKPK terkait, dalam mendorong peningkatan layanan PPA di Bireuen, maka, kita berharap bersama tahun 2020, status Kabupaten layak anak dari tingkat Pratama dapat kita tingkatkan menjadi tingkat Madya, tentu ini butuh dukungan dan semangat dari kita semua,” tandas Bob Miswar. (Maimun Mirdaz).




