“Ini bukti bahwa kita, masyarakat Aceh, tak pernah saling meninggalkan, di mana pun berada. Kepergian Junaidi adalah duka kita bersama, dan alhamdulillah, saudara-saudara kita di Malaysia menunjukkan kepedulian yang luar biasa,” ujar Bos Pon. Sabtu, 8 Februari 2025.
Junaidi memang telah pergi, tetapi jejak perjuangannya tetap tertinggal.
Solidaritas yang terjalin demi meringankan beban keluarganya menjadi pengingat bahwa di tengah segala keterbatasan, selalu ada tangan-tangan yang siap mengulurkan bantuan.
Semoga kepergian Junaidi menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya kepedulian terhadap sesama, terutama bagi mereka yang berjuang di negeri orang.
Kini, tak ada lagi utang yang membebani keluarganya, hanya doa yang terus mengalir untuk almarhum. Selamat jalan, Junaidi. Semoga damai di sisi-Nya. [Umar Hakim].





