Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang tidak hanya dituntut unggul dalam akademik, tetapi juga bisa menjaga integritas, kepedulian sosial dan keberanian dalam memperjuangkan nilai-nilai keadilan.
“Oleh karena itu, mahasiswa perlu melakukan evaluasi terhadap dirinya agar tidak kehilangan arah perjuangan yang menjadi identitas gerakan mahasiswa sejak dahulu,” katanya.
Khairul Akhwan selaku ketua umum IKMP2T,j bahwa diskusi ini merupakan bagian dari upaya organisasi untuk membangun kesadaran dan pola pikir kritis sekali memperkuat silaturahmi sesama anggota.
Ia menegaskan bahwa organisasi paguyuban jangan hanya menjadi tempat berkumpul semata, tetapi juga harus menjadi ruang pembelajaran, pengembangan dan pembentukan karakter.
“Melalui diskusi ini kita ingin menghidupkan kembali semangat berfikir kritis dan rasa tanggung jawab sebagai Mahasiswa. Organisasi harus mampu melahirkan gagasan-gagasan baru yang bermanfaat bagi kawan-kawan mahasiswa dan juga daerah asal”, ujar Khairul Akhwan.(Maslow Kluet).




