Ihdi Karim Makinara Bahas 4 Hal Ini dalam Khutbahnya pada Shalat Idul Fitri 

Khatib Ihdi Karim Makinara, S.H.I, SH, MH didampingi Reje Kampung Blang Kolak II Idha, S.Pd bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat photo bersama seusai melaksanakan Shalat ‘Id di lapangan Masjid Al-Hasanah, Sabtu (22/4/2023).

ACEH TENGAH (MA) Ihdi Karim Makinara,SHI.,MH dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh bertindak sebagai khatib pada shalat Hari Raya Idul Fitri 1444 H / 2023 M,di Aceh Tengah, acara shalat tersebut berlangsung lapangan Masjid Al-Hasanah Kampung (Desa) Blang Kolak II, Kecamatan Bebesen, Kabupaten setempat, Sabtu, (22/4/23).

Dalam khotbahnya, Ihdi Karim Makinara menyampaikan 4 (empat) hal berdasarkan Al-Qur’an pada bagian akhir Surat Al-Baqarah, pertama, Hendaknya menyempurnakan bilangan hari puasa. Bilangan hari puasa bisa 29 atau 30 hari, tidak perlu memperdebatkan hari tersebut,

Kedua, mengagungkan Allah, SWT, hendaknya kita selalu mengagungkan Allah SWT, pada akhir puasa Ramadhan kita menandainya dengan kalimat-kalimat takbir sebagai ungkapan kemenangan yang dilakukan secara berjema’ah di Meunasah, Masjid maupun di rumah, dengan menceritakan sosok Bung Tomo tokoh 10 November yang terkenal dengan Kalimat Takbirnya untuk menggerakkan putra – putra terbaik bangsa untuk bangkit melawan penjajah.

BACA JUGA...  SD Negeri 7 Tanah Jambo Aye Peringati Maulid Nabi Muhammad dan Santuni Anak Yatim 

Ketiga, Anugerah atas petunjuk Allah SWT, artinya, setelah menyempurnakan bilangan puasa dan mengagungkan Allah SWT yang telah memberikan hidayahnya kepada kita. Karena Hidayah itu adalah merupakan hak prerogatifnya Allah SWT yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendakinya, sambil menceritakan kisah Nabi Nuh As dengan anaknya Kan’an.

Dan,Keempat, agar tetap bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Penguasa bisa masuk surga karena kekuasaannya dan juga bisa sebaliknya, penguasa bisa masuk neraka karena kekuasaannya, begitu juga dengan orang kaya, pejabat dan lainnya.

Sebelum membahas dan menyampaikan 4 hal diatas tersebut, Ihdi Karim Makinara terlebih dahulu mengungkapkan makna puasa. Puasa secara istilah menahan diri dari segala yang membatalkan puasa, sejak terbit fajar sampai terbenam matahari. Puasa bagi orang yang beriman bukan hanya sekedar menahan lapar dan haus, sebab puasa adalah parsial (Junnah).

BACA JUGA...  Serka Iskandar Cek Harga Sembako dan Ingatkan Masyarakat Patuhi Protkes

Diakhir khutbahnya, Ihdi Karim Makinara juga mengingatkan kepada seluruh jema’ah shalat ‘id, agar dengan bijak mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Dengan makna “Idul Fitri” agar kita kembali kepada fitrah kita sebagai manusia. Disisi lain ada ulama yang memaknai fitrah, kecenderungan kita kepada kebajikan, kecenderungan kita kepada kebaikan.

Ia menyebutkan, kembali ke Fitrah manusia berarti kecenderungan untuk berbuat baik, kita terlahir sebagai bayi dan tidak mengenal dosa warisan dalam Islam, tidak ada penebusan dosa, jika dosa dapat ditebus dengan uang, maka Bendaharawan Negara yang akan masuk surga terlebih dahulu, tutup Ihdi Karim Makinara dalam penyampaian khutbahnya.

BACA JUGA...  Disdukcapil dan PN Simpang Tiga Redelong Bekerjasama Tentang Sistem Persidangan Terpadu 

Sebelumnya Reje Kampung Blang Kolak II Idha, S.Pd dalam sambutannya menyampaikan permohonan Maaf Lahir dan Bathin kepada seluruh masyarakat, mungkin selama ini belum bisa memberikan dan memuaskan semua pihak yang ada dalam wilayah Kampung Blang Kolak II.

“Untuk lebih peduli kepada saudara-saudara kita yang kurang beruntung dalam segi ekonomi, terutama sekali para anak yatim piatu dan fakir miskin, kiranya kita bisa untuk memberikan perhatian lebih terhadap mereka,”harap idha,S.Pd dihadapan jama’ah shalat Idul Fitri.

Shalat Idul Fitri tersebut diimami oleh Syamsudduha, MA, yang diikuti oleh seluruh Aparatur Kampung dan Perangkatnya, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan seribuan masyarakat Blang Kolak II. (Kn/AT).