Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa jenis pohon yang ditanam merupakan pohon produktif yang memiliki nilai manfaat jangka panjang, baik dari sisi ekologis maupun ekonomis. Kehadiran pohon-pohon tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih teduh, sejuk, dan nyaman, sekaligus menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi siswa.
“Pohon yang ditanam ini adalah simbol harapan. Selain memberikan manfaat lingkungan, juga dapat menjadi media edukasi bagi siswa untuk memahami pentingnya menjaga alam dan memanfaatkan sumber daya secara bijak,” tambahnya.
Muhammad Johan juga mengapresiasi kekompakan seluruh sekolah di Aceh Utara yang dinilai menunjukkan kesiapan dan komitmen tinggi dalam mendukung program tersebut. Ia menilai, kolaborasi antara pihak sekolah, guru, siswa, serta masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan berkelanjutan.
Momentum Hardiknas, kata dia, harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan. Peringatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen seluruh elemen pendidikan untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan berwawasan lingkungan.




