oleh

Haa…Proses Tender Proyek di ULP Tak Sehat?

“Seharusnya setiap tender proyek dapat diikuti oleh seluruh perusahan secara fair. Jangan sampai rekanan mengaku kalah sebelum ikut tender,” tutur Indra.

Laporan | Syawaluddin

KUALASIMPANG (MA) – Unit Layanan Pengadaan (ULP) lelang Barang dan Jasa (Barjas) Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Tercium dugaan tidak mengedepankan rule-nya sebagai acuan untuk melakukan tender.

Ruangan Kantor ULP Barjas Kabupaten Aceh Tamiang sepi. (Foto : Syawaluddin/dok/mediaaceh.co.id)

Membuat para anemer (kontraktor) tarik diri untuk mengikuti proses pelelangan pekerjaan di Kabupaten ujung timur Aceh, tersebut.

“Saya melihat ada dugaan tak sehat pada proses tender yang dilakukan ULP. Hingga para kontraktor tak berani mengikuti pelengan pekerjaan, secara regulasinya, hanya ULP yang tahu itu,” jelas Indra Sekretaris PWI Kabupaten Aceh Tamiang, pada mediaaceh.co.id. Senin, 15 Februari 2021 di Karang Baru.

Dugaan tak sehat tercium, setelah banyak rekanan yang mengutarakan hal itu. Rekanan enggan ikut tender karena mereka tidak punya kedekatan dengan pejabat pengadaan Barjas. Mereka pesimis menang sebelum ikut tender.

Indra menyimpulkan keresahan sejumlah kontraktor di Aceh Tamiang tersebut diduga karena adanya keberpihakan kelompok kerja (Pokja) di ULP membuat proses tender proyek pembangunan Tahun Anggaran 2021 jadi tidak sehat.

Pun begitu ada juga rekanan yang sekadar ikut karena merasa perusahannya memenuhi persyaratan lengkap dengan dukungan, namun potensi untuk menang tipis. Sementara biaya penggeluran rekanan untuk mengikuti tender minimal Rp 5 juta atau tergantung pagu proyek.

“Seharusnya setiap tender proyek dapat diikuti oleh seluruh perusahan secara fair. Jangan sampai rekanan mengaku kalah sebelum ikut tender,” tutur Indra.

Kondisi tak sehat itu setelah dirinya mendapatkan informasi bahwa; kini sudah ada belasan proyek tender tayang di Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Aceh Tamiang.

Data dari rekanan sudah ada 12 proyek di antaranya jalan dan jembatan sudah tayang hingga hari ini. Artinya diam-diam prosea tender terus naik tayang.

Sementara Pelaksana Tigas Kepala Bagian Pengadaan Barang Jasa Setdakab Aceh Tamiang Haroen saat dikonfirmasi, tidak berada ditempat. Salah seorang pegawai di ruangan itu mengatakan Haroen sedang berada diluar. Sementara ketika dihubungi nomor ponselnya tidak nyambung. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..