Lambang Kota Salem menggambarkan sosok pedagang Amerika yang sedang menyapa tokoh dari Asia Tenggara, diyakini sebagai Aceh, dalam konteks perdagangan lada pada era 1700-an. Hubungan ini menjadi salah satu rekam jejak paling awal interaksi dagang antara dunia Barat dan Asia Tenggara.
Pemerintah Aceh berharap lambang ini tidak justru dikaburkan oleh tekanan politik dalam negeri AS, tetapi dijadikan momentum mempererat kembali hubungan rakyat kedua belahan dunia.
“Dalam dunia yang terus berubah, sejarah menjadi jangkar identitas. Kami percaya Salem akan memilih untuk berdiri di sisi sejarah, bukan melupakannya,” tutup Mualem. (R)




