Forkab Aceh Pertanyakan Realisasi Pembangunan RSS Baitul Mal

Jakarta (MA)- Ketua Umum Forum Komunikasi Anak Bangsa (Forkab) Aceh Polem Muda Ahmad Yani yang juga Ketua Koordinator Yayasan Kerja Indonesia Jaya (YKIJ) Daerah Aceh yang didirikan dari Relawan sahabat Jokowi, angkat bicara terkait dengan Pembangunan Rumah Sehat Sederhana (RSS) untuk kaum dhuafa dari Baitul Mal Aceh.

“Hingga memasuki bulan November 2019, belum juga dilaksanakan pembangunan RSS untuk kaum dhuafa. Padahal dalam perencanaan awalnya, RSS ini dibangun tahun 2017 lalu, tapi hingga kini tak kunjung terealisasi,” ujar Polem Muda kepada media ini, Jum’at 15 November 2019.

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah sudah menginstruksikan kepada Lembaga Baitul Mal Aceh, untuk segera merealisasikan program pembangunan rumah duafa 3 (tiga) bulan yang lalu. Sementara, Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh Rahmad Raden mengatakan, pada bulan Oktober yang lalu, Baitul Mal Provinsi Aceh akan membangun 1.100 rumah dhuafa pada tahun 2019 dan sebagian rumah dhuafa ini sedang dalam proses pengerjaan, diperkirakan akan rampung seluruhnya pada akhir tahun. Karena ini merupakan Program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh.

BACA JUGA...  Pemkab Aceh Utara Gelar Forum Konsultasi Publik RKPD 2024

Selain itu, Rahmad juga menjelaskan, bahwa Pemerintah Aceh sangat fokus dan konsisten meraih target untuk membantu warga yang kurang mampu. Namun kenyataan dilapangan, pembangunan RSS oleh Baitul Mal Provinsi Aceh belum ada sama sekali terlaksana.

Lanjut Polem menyebutkan, Baitul Mal merupakan lembaga keistimewaan yang hanya dimiliki oleh Provinsi Aceh, zakat yang dihimpun oleh Baitul Mal Provinsi Aceh saat ini terus meningkat setiap tahunnya. Ini seiring kepercayaan masyarakat Aceh kepada Lembaga Baitul Mal untuk menyalurkan zakat mereka semakin tinggi. Tapi zakat tersebut, yang programnya disalurkan untuk membangun RSS seperti hilang ditelan bumi.

BACA JUGA...  Ke Pedalaman Aceh Utara, Kak Na Hibur Yatim dan Jemput Aspirasi

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh Rahmad Raden, untuk bertanggung jawab atas pernyataan yang pernah dimuat di Media. Jangan hanya cuma berbicara tapi tidak terbukti, Ibarat Kentut Dalam Genggaman,” tegas Polem.

Menurut Polem, masyarakat Aceh sudah cukup susah dengan kondisi perekonomian yang ada, jadi jangan lagi diberikan harapan palsu dan pembohongan publik. Karena harapan dari rakyat Aceh yang belum mampu, agar dapat dibangunkan rumah yang sederhana tipe 36.

Sementara itu, sasaran Pemerintah Aceh adalah, membahagiakan 1000 lebih masyarakat Aceh, ternyata hanya pembohongan Publik, agar di baca dan didengar oleh Pemerintah Pusat bahwa Program sudah terealisasi yang nyatanya tidak ada, serta optimis pembangunan rumah bisa diselesaikan pada akhir 2019 dan Bantuan rumah dhuafa ini ditargetkan bisa menurunkan angka kemiskinan di Provinsi Aceh.

BACA JUGA...  Aceh Utara Akan Gelar Pameran Kolaborasi IKKON Bekraf

“Kepada Ir Nova Iriansyah sebagai Pelaksana tugas Gubernur Aceh, apabila belum mampu memikul tugas dan tanggungjawab sebagai seorang Plt Gubernur yang amanah, sebaiknya mengundurkan diri saja dari jabatannya yang sekarang, karena rakyat Aceh perlu seorang pemimpin yang bekerja nyata bukan karya kata, serta Pemberi Harapan Palsu (PHP),” tegas Polem Muda.

Oleh karena itu, Forkab Aceh memohon dan meminta kepada Bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Pemerintah Pusat, agar memberikan perhatian khusus untuk menurunkan Tim Investigasi dari KPK, BPK – RI dan Kemendagri ke Provinsi Aceh, untuk melakukan penyisiran sampai ke Kabuten/Kota hingga sampai ke perbatasan Aceh, karena kami masyarakat Aceh sudah bosan dan muak dengan Pemerintahan Daerah yang Korupsi uang Rakyat,” tutup Polem Muda Ahmad Yani. (Ahmad Fadil)