Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak aktif mengikuti sesi materi dan diskusi. Beberapa siswa antusias mengajukan pertanyaan terkait cara mengenali berita hoaks, teknik dasar jurnalistik, hingga etika penggunaan media sosial.
Salah seorang siswa, M. Azzam Munthe mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan banyak pengetahuan baru.
“Kegiatan ini sangat bagus dan menambah wawasan kami tentang jurnalistik dan media sosial. Kami jadi lebih memahami bagaimana cara membedakan berita benar dan hoaks. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, FORJIAS berharap kesadaran literasi media di kalangan pelajar semakin meningkat sehingga generasi muda mampu menjadi pengguna media sosial yang cerdas, bijak, dan bertanggung jawab di era digital.(Maslow Kluet).




