“Juga untuk bertukar informasi tentang pembinaan dan pengembangan antar wilayah, sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan menumbuh kembangkan apresiasi terhadap seni di kalangan masyarakat sebagai filter masuknya budaya asing,” sebut Asra.
Dikatakan Asra, seni dan budaya merupakan aset yang keberadaannya perlu dijaga dan dikembangkan untuk menciptakan masyarakat yang memiliki potensi dalam seni dan budaya yang tetap mempertahankan jati diri bangsa. Akulturasi budaya asing tidak dapat dipungkiri telah menyentuh sebagian masyarakat. Untuk itu melalui kesenian, akulturasi tersebut dapat difilter sehingga menunjukkan jati diri bangsa melalui pertunjukkan seni yang edukatif.
Sementara itu anggota DPRA periode 2019 – 2024 sekaligus pemerhati budaya, Asrizal H. Asnawi mengatakan, momen ini merupakan momen kedua memperkenalkan adat budaya melayu di Aceh Tamiang yang dilaksanakan setelah sebelumnya pada tahun 2022.
“Kami ingin memperkenalkan sebuah rumpun berbeda di Aceh ini. Salah satu rumpun melayu di Aceh Tamiang,” ujar Asrizal.
Ia pun menegaskan, perhelatan adat ini akan tetap dijalankan setiap tahunnya melalui regenerasi berikutnya.
Asrizal juga meminta masyarakat Aceh Tamiang untuk kembali bersatu memikirkan kemajuan Aceh Tamiang ke depan.




