FAKTA Desak Pansus DPRA Ungkap Temuan Penyimpangan

Banda Aceh, AP- Forum Anti-Korupsi dan Transparansi Anggaran (FAKTA) mendesak seluruh Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang dibentuk menindaklanjuti Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Aceh tahun anggaran 2016 untuk berkerja serius mengungkap setiap temuan penyimpangan.

Pernyataan itu disampaikan Koordinator Badan Pekerja FAKTA, Indra P Keumala, menyusul informasi yang diterima organisasi antikorupsi itu terkait adanya transaksi suap untuk mempengaruhi pansus melaporkan temuan penyimpangan.

“Kami mendesak agar seluruh tim Pansus bekerja dengan nurani dan tidak tergiur dengan sogokan. Jangan hanya karena disodorkan uang Rp3 hingga 4 juta per anggota, maka temuan proyek infrastruktur yang merugikan daerah miliaran rupiah justeru tidak dilaporkan,” ujarnya, Rabu (14/6/2017).

BACA JUGA...  Akademisi Unsyiah : Penggunaan Dana Otsus Belum Memihak untuk Rakyat Tingkat Menengah Kebawah

Indra mengatakan kualitas pembangunan sarana publik semisal jalan, jembatan dan irigasi, harus memperoleh perhatian lebih tim Pansus DPRA. Sehingga, apabila ditemukan penyimpangan terhadap objek tersebut maka harus diungkap dan dilaporkan dalam Rapat Paripurna yang mulai digelar Kamis besok, (15/6/2017).

“Sayangnya ada oknum yang sengaja menjadikan hal ini sebagai komoditas untuk memperoleh keuntungan pribadi. Temuan masalah yang diperoleh pada saat pansus malah dijadikan senjata untuk meraup rupiah,” jelasnya.

BACA JUGA...  Sektor Pariwisata Diam di Tempat, Perekonomian Aceh Tergantung APBA

Selain itu, mantan Anggota Badan Pekerja Aceh Recovery Forum ini juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengingatkan pihak tertentu di DPRA untuk tidak melayani godaan suap oleh oknum kontraktor melalui Pejabat Pengendali Teknis Kegiatan (PPTK). Bahkan, sebutnya, ada oknum yang secara aktif meminta sejumlah dana kepada rekanan yang juga difasilitasi PPTK.

Indra mengatakan, tindakan kompromi dengan melibatkan uang itu dimaksudkan untuk mempengaruhi hasil laporan pansus. Menurutnya, hal itu bisa digolongkan sebagai tindak pidana korupsi.

“Semoga Pansus dapat bekerja efektif mengungkap setiap penyimpangan yang ditemukan. Tapi jika masih ada oknum yang coba bermain maka kami tidak segan-segan melaporkannya,” demikian Koordinator FAKTA. (r)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *