“Sedini mungkin bencana banjir ini harus diwaspadai, meskipun masyarakat kita sudah familier dengan banjir karena memang lokasi yang dekat dengan sungai. Tinggal lagi bagaimana forum ini bisa terbentuk dan mensosialisasikan ke masyarakat cara agar tingkat risiko penanggulangannya bisa dikurangi, sehingga masyarakat sudah siap menghadapi bencana,” ujarnya.
Pesannya; perlu menjadi perhatian semua pihak adalah bagaimana jika tanggul Bendahara dan Banda Mulia jebol. Karena daerahnya tidak ada perbukitan maka akan sangat berbahaya namun semua pihak berharap tanggul ini tetap kokoh.
Lanjutnya, FPRB ini adalah mitra kerja Pemerintah dan sebaiknya harus bisa terbentuk sampai tingkat kampung, sehingga kesiapan masyarakat itu ada.
Sebelumnya dalam Laporan Ketua Panitia Bambang supriyanto mengatakan bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan selama dua hari.
Di mana forum ini bertujuan agar memberi pemahaman dan kesadaran pada diri kita apabila terjadi bencana, apa risiko jika terjadi bencana terutama banjir.
“Saya berharap dengan terbentuknya forum ini maka pemahaman kesadaran masyarakat tentang apa yang menjadi risiko ke depannya dapat dipahami. Selain itu saya berharap forum ini tidak hanya di Kabupaten saja tapi juga di Desa dan Sekolah-sekolah,” ujarnya.




