Eks Telkom Aceh Gelar Pertemuan Raya, Kumpul Dana Rehab Rumah Masyarakat

Banda Aceh (MEDIAACEH)— Peserta Reuni Akbar Eks Telkom Aceh, usai melakukan Pertemuan Raya di kantor PT.Telkom Aceh jalan S.A Mahmudsyah no 2 Banda Aceh, sumbang dana untuk rehab rumah warga.

Tim Reuni Akbar Eks Telkom Aceh yang dipimpin Agus Utoyo, sebelumnya peserta melakukang kunjungan ke wisata gunung Geureute yang terletak makam Pomeureuhom Daya Kabupaten Aceh Jaya.

Kemudian rombongan tersebut melakukan sholat, tausiah dan doa bersama di Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Usai sholat Jumat peserta melaksanakan Pertemuan Raya, di kantor pusat PT. Telkom Aceh.

BACA JUGA...  Disponsori BUMN, PWI Pusat “Kick Off” UKW di Aceh

Ketua panitia H. Nuryahya didampingi sekretaris Sudarsono, kepada media ini mengatakan Reuni Akbar Eks Telkom Aceh, melaksanakan kegiatan tersebut merupakan program perkumpulan karyawan ExTelkom Aceh.

Tujuannya, untuk memperkuat tali silaturahmi khususnya sesama mantan karyawan PT. Telkom Aceh dan masyarakat Aceh.

“Pelaksanaan Reuni Akbar Eks Telkom Aceh, dalam rangka mempererat tali silaturahmi, sesama mantan karyawan PT. Telkom Aceh dan masyarakat Aceh”., kata H Nuryahya.

Ditambahkan, rombongan Reuni bekumpul di kota Serambi Mekah bukan sekedar berwisata, tetapi juga sebagai kegiatan amal seperti melaksanakan ibadah di Mesjid Raya Baiturahman.

BACA JUGA...  Hakim PN Tipikor Tolak Eksepsi Mantan Bupati Mursil Cs, atas Tindak Pidana Korupsi Lahan eks HGU

Kemudian peserta Reuni sepakat secara kebersamaan, mengumpulkan dana seichlasnya menyumbangkan guna membantu bedah rumah masyarakat. Dan Alhamdulillah dengan keichlasan bersamaan dana terkumpul mencapai Rp.25 juta untuk satu rumah., terangnya.

Sementara itu, Saptono Mursip selaku pembicara pada Pertemuan Raya tersebut menyampaikan, selama berada di Banda Aceh, peserta ibarat pulang kampung halaman.

Dimana para peserta meskipun kota Banda Aceh sudah berubah dan maju namun, tidak perlu khawatir untuk jalan-jalan karena semunya masih menguasai lintas kota.

“Rombongan Reuni berada di Banda Aceh ibarat pulang kampung halaman, selain menguasai kondisi kota yang sudah maju dan juga umumnya rekan-rekan mengerti sedikit bahasa Aceh”., ujar Saptono.(jalal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *