DPRK Lhokseumawe Sidak Rumah Sakit Kasih Ibu, Ini Penyebabnya

Sabtu, 28 Mei 2022

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi D DPRK Lhokseumawe melakukan sidak di Rumah Sakit Kasih Ibu.

Komisi D DPRK Lhokseumawe melakukan sidak di Rumah Sakit Kasih Ibu.

Lhokseumawe, (MA) Terkait adanya dugaan malapraktik yang mengakibatkan seorang anak mengalami usus terburai usai melakukan operasi di Rumah Sakit Umum (RSU) Kasih Ibu Kota Lhokseumawe, membuat Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Lhokseumawe langsung turun ke rumah sakit untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak).

“Kita melakukan sidak untuk mendengar langsung penjelasan dari pihak Rumah Sakit Kasih Ibu terkait adanya dugaan malpraktik terhadap bocah umur 4 tahun,” ucap Masykurdin El Ahmady anggota DPRK Lhokseumawe dari Komisi D.

Adapun rombongan Dewan Perwakilan Rakyat Kota Lhokseumawe dari Komisi D yang ikut melakukan sidak yaitu Julianti, S.Sos, H. Abdul Hakim, dan Masykurdin El Ahmady.

BACA JUGA...  Musrenbangdes Blang Kolak II Utamakan Program Skala Prioritas 

Sebelumnya viral di media sosial Riyan Alvandra, bocah 4 tahun mengalami usus terburai diduga setelah melakukan operasi pengangkatan peluru snapan angin di Rumah Sakit Kasih Ibu Kota Lhokseumawe pada Rabu 19 Mei lalu. Diduga operasi yang dilakukan tim dokter RSU Kasih Ibu tidak berhasil mengeluarkan peluru yang bersarang diperut korban.

Pemilik RSU Kasih Ibu Lhokseumawe Hj Herawati SH yang didampingi oleh Direktur Dr Zul Fitriadi Aziz membantah tudingan telah melakukan dugaan malpraktek terhadap salah seorang pasien, seperti yang dituduhkan kepada pihaknya.

BACA JUGA...  Seribuan Nakes Gelar Unjuk  Rasa di DPRK Aceh Selatan, Tuntut Kerja Penuh Waktu

“Tim dokter sudah melakukan segala rangkaian atau tahapan dalam operasi terhadap pasien Riyan Alvandra untuk mengangkat peluru angin yang bersarang di perut korban dan sudah memberitahukan kepada orang tua korban bahwa kemungkinan bisa dikeluarkan atau tidak,” katanya.

Herawati menjelaskan Meski pihaknya tidak berhasil mengeluarkan peluru tersebut, akan tetapi tim dokter melihat bahwa pasien mengidap usus buntu yang sudah meradang hampir pecah dan sangat fatal jika tidak segera dioperasi.

“Kita tidak dapat mengeluarkan peluru tersebut karena keterbatasan alat seperti C Arm Radiography Fluoroscopy atau alat radiologi yang dibutuhkan dalam proses operasi untuk melihat gambar atau objek, yang dapat dilihat langsung dengan cara fluoroskopi. Namun tim dokter berhasil memotong usus pasien yang sudah terinfeksi,”ujarnya.

BACA JUGA...  Pemerintah Aceh Utara Gelar Layanan KB dan KBKR di Seureuke, Langkahan 

Informasi yang diterima media ini, Jum’at, (27/5/2022), bahwa permasalahan antara RSU Kasih Ibu dan Keluarga pasien Riyan Alvandra sudah selesai. Hal itu dibuktikan dengan surat pernyataan yang ditandatangani oleh ayah kandung pasien yang ditunjukan oleh pihak RSU Kasih Ibu kepada wartawan.[]

Laporan : Mulyadi

Berita Terkait

Tantawi Komit Perjuangkan Guru Honorer Madrasah Swasta 
APEL Adu Dugaan Maladministrasi ke Ombudsman
Belanja Naik, APBK Aceh Tengah Defisit
Rizwan Husein: Kopi Jadi Kekuatan KDMP
Wagub Aceh Dek Fadh dan Ketua DPRA Bahas Perubahan UUPA
Ayah Wa Tunjuk Barona Raja sebagai Ketua Penanganan ODGJ Aceh Utara
Tarmizi: Tidak ada Satu Pun Masyarakat di Pasung 
Terkait Biaya Pesta Rakyat, Begini Kata Jubir Pemkab Aceh Utara 

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 13:10 WIB

Tantawi Komit Perjuangkan Guru Honorer Madrasah Swasta 

Senin, 14 September 2026 - 17:32 WIB

APEL Adu Dugaan Maladministrasi ke Ombudsman

Senin, 14 September 2026 - 17:19 WIB

Belanja Naik, APBK Aceh Tengah Defisit

Senin, 14 September 2026 - 16:57 WIB

Rizwan Husein: Kopi Jadi Kekuatan KDMP

Senin, 14 September 2026 - 14:57 WIB

Wagub Aceh Dek Fadh dan Ketua DPRA Bahas Perubahan UUPA

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Tantawi Komit Perjuangkan Guru Honorer Madrasah Swasta 

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:10 WIB

PEMERINTAHAN

APEL Adu Dugaan Maladministrasi ke Ombudsman

Senin, 14 Sep 2026 - 17:32 WIB

Rapat pembahasan APBK di DPRK Aceh Tengah.

PEMERINTAHAN

Belanja Naik, APBK Aceh Tengah Defisit

Senin, 14 Sep 2026 - 17:19 WIB