Dinkes Bireuen Lakukan Pemetaan Penanganan Stunting

  • Bagikan
Dinkes Bireuen Lakukan Pemetaan Penanganan Stuting Kepada Kapus dan Petugas Kesehatan Desa di Hotel Luxury Bireuen.

 37 total views,  2 views today

Bireuen (MA) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bireuen kembali melakukan pemetaan stunting dibeberapa kecamatan dalam Kabupaten Bireuen, acara berlangsung di Hotel Luxury Bireuen, Jum’at (19/11).

Di acara tersebut Kepala Dinas Kesehatan Bireuen dr. Irwan, M.Kes dihadapan peserta yang hadir menyampaikan program stunting telah berjalan dalam Kabupaten Bireuen selama dua tahun lebih, berbagai langkah penanganan dan upaya serta strategi telah dilakukan melalui delapan aksi konvergensi stunting.

Aksi Integrasi merupakan bentuk pendekatan intervensi yang dilakukan secara pemetaan yang terkoordinir, terpadu, dan bersama-sama sehingga institusi penanggung jawab Aksi Integrasi juga melibatkan lintas sektor lainnya dalam perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi (Monev) dalam melaksanakan pemantauan kegiatan secara sinergitas, ungkapnya.

Selain itu menurut Kadinkes Bireuen, ada juga langkah konvergensi percepatan penurunan stunting sangat penting, agar kedepan program-program intervensi dapat dilaksanakan secara optimal ditengah masyarakat. Sehingga berkontribusi semua pihak lintas sektor bisa berperan aktif dalam upaya menekan angka penurunan prevalensi stunting.

Dia juga memperkuat dengan landasan hukum, seperti keluarnya Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting,” ada 5 pilar utama yang penting dalam percepatan penurunan stunting. Kelima pilar itu adalah komitmen politik dan kepemimpinan nasional dan daerah dalam melaksanakan kampanye nasional, sosialisasi dan komunikasi perubahan perilaku manusia dan pimpinan kepala keluarga dalam menjaga lingkungan keluarga,” sebut Kadinkes Bireuen ini.

dr. Irwan menerangkan, pola hidup yang sehat dengan pemenuhan gizi yang cukup kepada Ibu hamil dan balita, yaitu dengan sistem konvergensi antara
program pemerintah pusat, daerah, pemerintah Desa, lingkungan masyarakat, ketahanan pangan serta pemenuhan gizi yang memadai dan perlu juga memonitoring dan mengevaluasinya.

Sedangkan target sasaran strategis tahun 2024 adalah penurunan stunting dari 30,8% menjadi 14% dan wasting dari 10,2% menjadi 7%. Oleh karena itu diperlukan upaya peningkatan cakupan program yang berdampak pada penurunan masalah Gizi. ujarnya dr. Irwan.

Sementara itu, analisis hasil pengukuran stunting tingkat Kabupaten disampaikan oleh Fitriani, S.SiT., M.Keb selaku Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat. Fitriani menyebutkan bentuk Deseminasi Analisis Pengukuran Data. Sedangkan Lokus Stunting kembali diperkuat dengan landasan hukum dari pimpinan kepala Daerah dalam Keputusan Bupati Bireuen Nomor 362 Tahun 2020 tentang Penetapan Lokasi Fokus Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi dalam Kabupaten Bireuen Tahun 2021.

“Kabupaten Bireuen terdapat 17 Kecamatan dan memiliki 20 Puskesmas,” ujarnya Fitriani.

Dalam Keputusan Bupati Bireuen Nomor 362 Tahun 2020 tentang Penetapan Lokasi Fokus Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi dalam Kabupaten Bireuen Tahun 2021 terdapat 5 Kecamatan penanganan skala prioritas yaitu Kecamatan Pandrah di Gampong Panton Bili, dan Blang Rhue, Kecamatan Jeunib di Gampong Alue Setui, Kecamatan Makmur di Gampong Blang Dalam, Kecamatan Peusangan di Gampong Seunebok Baro, Krueng Due, dan Karieng, dan Kecamatan Gandapura di Gampong Samuti Aman, Blang Rambong, dan Pulo Gisa, tandasnya Fitriani S.SiT., M.Keb.

Pada acara tersebut turut dihadiri Kepala Puskesmas se Kabupaten Bireuen dan unsur kesehatan ditingkat Gampong yang di Kabupaten Bireuen. (*).

Laporan : Iqbal

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Malu Achh..  silakan izin yang punya webs...