Seperti diketahui bahwa puluhan toko milik Pemerintah Kota (Pemko) Sabang, khususnya yang berada di kawasan Jalan Malahayati, Taman Segitiga, Kawasan Menara Merah Putih, dan Jembatan Merah sejak usai dibangun penuh teka-teki.
Penyebabnya adalah, orang-orang yang menganggap dirinya sebagai orang pendukung pejabat tertinggi saat itu, mereka mendapat hak menguasai toko-toko dimaksud. Sehingga, harga sewa yang diterima para pedagang tidak sesuai dengan harga sesungguhnya, yang dibayarkan ke Disperindag Koperasi dan UKM Kota Sabang.
“Saya bayar dua kali lipat dari harga sesungguhnya kepada yang mengaku toko ini miliknya, mereka kabarnya setengah membayar kepada Disperindag Koperasi dan UKM Kota Sabang. Jadi orang-orang yang menguasai toko pemerintah ini lah yang menghisap darah kami masyarakat kecil,” ungkap salah seorang pedagang yang namanya enggan dipublis. (R).




