Diduga Dukung LGBT, Publik Serukan Boikot Media Kompas

Senin, 15 Februari 2016

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Acara LGBT di Kompas TV. Foto: Net
Acara LGBT di Kompas TV. Foto: Net

Jakarta|AP-Boikot media Kompas menjadi trending topic di kalangan masyarakat media sosial (Twitter). Mencuatnya nama Kompas disinyalir karena di salah satu media milik grup Kompas, yakni KompasTV menayangkan pembicara yang jelas-jelas adalah waria (wanita-pria).

Padahal dalam pantauan voa-islam.com, “ustadz” abal-abal yang diundang oleh Kompas tersebut pernah sesekali mengikuti aksi ke turun ke jalan. Aksi yang dilakukan oleh waria itu pun ternyata perihal lesbi, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Ia melakukan aksinya bersama waria lainnya.

BACA JUGA...  Tokoh Aswaja Aceh Terima Kunjungan Tokoh Yahudi As, Ini Yang Dibahas
Dalam diskusi yang disiarkan langsung perihal LGBT tersebut Kompas diduga memoles waria tersebut layaknya ustad atau pemuka agama Islam. Dan waria itu bicara seolah-olah ia paham dengan agama Islam dalam melihat penyakit LGBG. Padahal sesungguhnya tidak demikian.

Adapun netizen yang mendukung Kompas untuk diboikot, pada tanggal 13 februari 2016 ialah dari @KudaHestek misalkan dengan menuliskan, “#BoikotKompas.”

BACA JUGA...  Pemimpin Media Pertanyakan Legalitas Ketua SPS Aceh

Datang pula dari pengguna Twitter lainnya seperti @HumorIndonesia4 dengan menuliskan hal sama, “#BoikotKompas.”

Akun @DhikkiE pun menuliskan hal sama. “#60HariOngenDitahan
#BoikotKompas.”

Selain itu Kompas juga dianggap menciptakan dan mendukung LGBT setelah di salah satu judul berita online-nya memuat kata-kata “LGBT Sudah Terbentuk Sejak Janin”. Kompas pun menandainya dengan hastag (#)PopulerHariIni #Health. Serta memajang bendera “kebesaran” LGBT pada gambar beritanya. [voa-islam]

BACA JUGA...  500 Pemuda Pasee Berdoa Dukung Tangkap Penista Agama

Berita Terkait

Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers
Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo
Ngobras Bersama Kadiv Humas Polri, Isir: Percayalah, Masih Banyak Polisi Baik
Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang
PWI Siap Gelar HPN 2027, Buka Ruang bagi Seluruh Konstituen Dewan Pers
Ketua PWNU Jawa Barat Dukung Komjen Pol Karyoto Jadi Kapolri
Ayah Wa: Pers Harus Tetap Dekat dengan Rakyat demi Demokrasi yang Kuat
Terima Pemred Award 2026, Nasir Djamil: Pers Harus Kembali Menjadi Suara Rakyat

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 11:10 WIB

Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers

Selasa, 22 September 2026 - 18:30 WIB

Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo

Kamis, 10 September 2026 - 14:44 WIB

Ngobras Bersama Kadiv Humas Polri, Isir: Percayalah, Masih Banyak Polisi Baik

Sabtu, 5 September 2026 - 13:44 WIB

Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang

Jumat, 4 September 2026 - 16:51 WIB

PWI Siap Gelar HPN 2027, Buka Ruang bagi Seluruh Konstituen Dewan Pers

Berita Terbaru

Wakil bupati Aceh Selatan Baital Mukadis, foto/mediaaceh.co.id.

PEMERINTAHAN

Wabup Asel Jabat Ketua PMI

Jumat, 25 Sep 2026 - 07:37 WIB

PEMERINTAHAN

Tarmizi Age Minta BPK Audit SKPA

Kamis, 24 Sep 2026 - 21:16 WIB

PEMERINTAHAN

Dek Fadh Terima Kunjungan FPRMI Aceh

Kamis, 24 Sep 2026 - 17:36 WIB