Dibalik Kemenangan Aceh Selatan di PKA Ke-8, Ada Sosok Ini

Teuku Mudatsir (Cekmu) Tokoh Aceh Selatan.

BANDA ACEH (MA) Bukan pejabat eselon, apalagi calon anggota legislatif (caleg) namun sosok tokoh yang tak lagi muda ini justru berjibaku dalam Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 untuk memastikan kontingen daerah berjuluk negeri pala kembali membawa pulang gelar juara umum yang pernah diraih sebelumnya.

Cekmu, begitu sapaan akrab Teuku Mudatsir yang terlihat siang malam fokus untuk menyukseskan event 4 (Empat) tahunan itu. Di usianya yang tak lagi muda dirinya mendedikasikan diri untuk berupaya merangkul berbagai elemen hingga diaspora masyarakat Aceh Selatan di perantauan Banda Aceh dan sekitarnya bersama-sama mempertahankan gelar juara umum yang pernah diraih Aceh Selatan 4 tahun lampau.

“Acek (sapaan sehari-hari Teuku Mudatsir) siang malam stay di Anjungan. Walau beliau sudah tua, tapi untuk moment PKA ini semangatnya melebihi anak muda,” kata salah satu pemuda Aceh Selatan, Teuku Darma Putra, Minggu (12/11/2023).

Alhasil, kontingen PKA asal negeri pala itu kembali menjadi yang terunggul di kala event budaya mengangkat thema “Rempahkan Bumi, Pulihkan Dunia”.

Hal senada juga diutarakan oleh mantan ketua umum Pemuda Aceh Selatan (PAS) Mulizar. “Jujur kemenangan Aceh Selatan di PKA ke-8 kali ini tak terlepas dari peran penting Cekmu. Beliau duta PKA ke-8 yang berhasil menghimpun segenap potensi hingga diaspora untuk mempertahankan gelar juara,” ujarnya.

BACA JUGA...  Pj Ketua PKK Aceh Selatan Sumbangkan Dua Ekor Hewan Qurban 

Sekali tiga uang, kesaksian yang sama diungkapkan oleh Syarbaini. Menurut pria yang disapa Beni itu, keberhasilan Aceh Selatan sebagai juara umum tak terlepas dari Pj Kepala Daerah yang humanis dan Cekmu yang bergerak ekstra dalam pergelaran even PKA.

“Selamat sukses untuk Aceh Selatan, sukses untuk Pak Pj Bupati, sukses buat Cekmu dan rekan-rekan,” kata Beni.

Sekilas tentang Cekmu, lelaki paruh baya yang selalu merasa khawatir bila anjungan Aceh Selatan ada yang tidak lengkap. Beliau sangat takut, jika anjungan berkekurangan.

Ia bukan dari kalangan pejabat eselon di Pemkab, melainkan mantan Anggota DPRK yang tak lagi berjuang dalam pesta demokrasi. Ya, hanya mantan. Mantan yang menunjukkan perhatian lebih kepada Kabupaten penghasil rempah pala, agar mahkota juara umum itu tak jatuh ke tangan orang lain.(R).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *