“Sudah dijanjikan rumah, tapi sampai sekarang tidak ada kabarnya lagi,” kata Saifuddin, suaranya pelan, matanya kosong menatap langit-langit rumahnya yang mulai rapuh.
Di tengah situasi yang semakin sulit, keluarga ini akhirnya meminta pertolongan kepada Syakban, akrab disapa Tgk Adam.
Syakban bukan pejabat, bukan juga orang berpunya. Ia hanyalah seorang anak dari mendiang kombatan GAM yang selama ini aktif membantu masyarakat miskin di pelosok Aceh Utara.
Tersentuh oleh kondisi Saifuddin, Syakban pun mengabarkan situasi ini ke media, berharap ada pihak yang tergerak membantu.
“Bang Saifuddin sudah lama sakit, istrinya berjuang sendirian. Tapi mereka seperti diabaikan. Ini bukan soal bantuan semata, ini soal kemanusiaan,” ujarnya.

Syakban juga menyesalkan janji-janji bantuan yang tak kunjung terealisasi.
“Pemerintah sering bicara soal kesejahteraan, tapi kenapa kasus seperti ini masih terjadi? Kalau ada rumah layak yang bisa diberikan, kenapa harus menunggu?” katanya.
Bagi yang ingin membantu keluarga Saifuddin, dapat menghubungi Syakban (Tgk Adam): +60 11-6159 8700.
Di tengah hiruk-pikuk pembangunan dan slogan kesejahteraan, ada keluarga yang masih terjebak dalam bayang-bayang kemiskinan.




