SABANG | MA — Suara pers nasional menggema dari ujung barat Indonesia. Bertempat di Monumen Nol Kilometer Indonesia, Sabang, Aceh, Rabu (22/10/2025), Serikat Perusahaan Pers (SPS) menggelar Deklarasi Sabang, menyuarakan tiga isu krusial: pembentukan Dana Jurnalisme, keberlanjutan ekonomi industri media, dan literasi media untuk generasi muda.
Deklarasi ini dibacakan langsung oleh Ketua Umum SPS Januar P. Ruswita dan Sekretaris Jenderal Asmono Wikan, disaksikan jajaran pengurus SPS dari seluruh Indonesia.
Dorong Dana Jurnalisme, Jaga Independensi Pers
SPS menegaskan dukungannya terhadap Dana Jurnalisme Indonesia yang tengah digagas Dewan Pers. Dana ini dinilai sebagai bentuk komitmen negara untuk mendukung jurnalisme yang independen, profesional, dan berpihak pada kepentingan publik.
“Dana Jurnalisme adalah investasi bangsa untuk memastikan setiap warga negara mendapat informasi yang benar dan bermartabat,” tegas Januar.
Dari Sabang, SPS menyerukan: “Pers Sehat, Bangsa Berdaulat!”
Tuntut Penghapusan PPN Produk Media Cetak
Dalam deklarasi tersebut, SPS juga menyuarakan kegelisahan pelaku industri media nasional terkait tantangan ekonomi yang dihadapi. Mereka menuntut:
Penghapusan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk produk media cetak, Penataan belanja iklan pemerintah agar transparan dan adil, Model bisnis media yang inovatif dan berkeadilan




