Dari FGD Terungkap Industri Hilirisasi Sawit Aceh Terkendala Bahan Baku CPO

PT PEMA Ekspor Cangkang ke Jepang

Menjawab permasalahan hilirisasi tersebut, Manajer Industri dan Perdagangan Sadikin Nugraha, SE. MBA dari PT PEMA mengakui ada beberapa kendala saat melakukan pedalaman terkait ketersediaan bahan baku.

Ia menyebutkan, Perusahaan yang menghasilkan CPO, telah memiliki kontrak jangka panjang dengan industry dari luar Aceh. Jadi ini perlu perhatian dan pendekatan khusus agar kita dapat memiliki industry hilir terutama pengolahan minyak goreng.

BACA JUGA...  Dirjen Polpum Minta Forkopimda Evaluasi Rutin kinerja Satgas Terpadu Penanganan dan Pembinaan Ormas Terafiliasi Premanisme

Sadikin menambahkan,untuk saat ini, pihaknya sedang berupaya mempersiapkan ekspor cangkang ke Jepang. Dengan target mencapai 100 ribu ton dalam setahun melalui pelabuhan Krueng Geukuh, Lhokseumawe pada tahun 2025.

Diketahui total potensi produksi cangkang sawit di Aceh mencapai 800 ribu ton per tahun. “Nantinya pihak yang melakukan ekspor adalah anak perusahaan PEMA, yakni Global Servis (PGS yang fokus di bidang jasa dan perdagangan. Dari ekspor tersebut, keuntungannya akan kembali ke daerah dengan perkiraan kontribusi mencapai 7-8 persen,” katanya.

BACA JUGA...  FGD GeRAK Aceh Targetkan Penguatan Kelembagaan Tata Kelola Perubahan Iklim di Aceh Tamiang

“Setelah tahap awal tersebut selesai, PT PEMA akan focus pada tahap berikutnya, yaitu membangun Industri Hilir Kelapa Sawit, dengan membangun pabrik minyak goreng”, tutupnya. (R)