Diketahui mirisnya kondisi makam tempat peristirahatan terakhir jasad pejuang, berbanding terbalik dengan para leluhur hadiahkan kepada generasi penerus bangsa selaku penikmat kemerdekaan.
Padahal pada masanya, dikenal sebagai ahli strategi perang ulung dengan moto sakti sang pejuang gigih “Merdeka atau Mati” penggugah semangat perjuangan yang berkobar, namun riwayatmu kini hanya tinggal kenangan.
Selain Danrem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, kegiatan turut dihadiri Dandim 0103/Aceh Utara, Letkol Arh Jamal Dani Arifin, Dosen Unimal ikut hadir dalam rombongan ratusan personel TNI yang hadir, kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 Wib itu, dari Korem menuju titik jembatan tiba pukul 11.00 Wib, dilanjutkan ke makam berjalan 1.5 kilo tiba pukul 12.30 WIb. [Syawaluddin/Laung].




