Cucu Raja Aceh Terakhir Terima Plakat Gelar Pahlawan Laksamana Malahayati

Kamis, 9 November 2017

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Cucu Raja Aceh Terakhir Terima Plakat Gelar Pahlawan Laksamana Malahayati dari Presiden RI Joko Widodo. Foto: Ist

Cucu Raja Aceh Terakhir Terima Plakat Gelar Pahlawan Laksamana Malahayati dari Presiden RI Joko Widodo. Foto: Ist

JAKARTA (MEDIAACEH)-Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo secara resmi menyerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Almarhum Laksamana Malahayati. Plakat gelar pahlawan itu diterima langsung oleh ahli waris dari Laksamana Malahayati, Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nuralam, yang selama ini menetap di Nusa Tenggara Barat bersama anaknya, Pocut Meurah Neneng Mahmidatul Hasanah.

Seperti diketahui, Sultan ‘Alaidin Muhammad Daud Syah, t adalah raja terakhir dan punya seorang anak sulung, calon Putera Mahkota Kerajaan Aceh Raya, Tuanku Raja Ibrahim, orang tua kandung Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nuralam. Penyerahan gelar Pahlawan Nasional dalam rangka acara hari pahlawan nasional tahun 2017 diterima oleh Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nuralam di Istana Negara, Jakarta, Kamis (09/11/2017).

Selain Laksamana Malahayati dari Aceh, turut diserahkan gelar pahlawan bagi tiga orang lainnya, masing-masing, Zainuddin Abdul Madjid dari NTB, Mahmud Riayat Syah dari Kepulauan Riau, dan pendiri HMI Lafran Pane dari Yogyakarta.

BACA JUGA...  Alhamdulillah, Raja Arab Undang Hafiz Tuna Netra Asal Aceh Berhaji Gratis

Penetapan keempat tokoh tersebut sesuai dengan Kepres No 115/TK/Tahun 2017 yang ditandatangani Jokowi pada 6 November 2017.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Wakil Presiden Jusuf Kalla, serta para Menteri kabinet kerja. Sementara dari Aceh hadir Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Anggota DPR RI asal Aceh Teuku Rifki Harsya, serta Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh Mulyadi Nurdin, Lc, MH.

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengatakan, Laksamana Malahayati merupakan panglima angkatan laut yang sangat pantas diberikan gelar pahlawan, karena kata Irwandi, Laksamana Malahayati, secara ril berperang Belanda, dan bahkan secara usia, lebih tua dibandingkan dengan 12 pahlawan  wanita lain yang sudah terlebih dahulu diberikan gelar pahlawan.

BACA JUGA...  Jangan ada Paksaan Vaksinasi di Aceh

“Kalau Laksamana Malahayati ini, dia memang panglima perang, dan komandan pasukan yang memimpin ribuan pasukan dengan ratusan kapal perang,” ujar Irwandi diwawancarai di Istana Negara.

Irwandi menambahkan, selanjutnya setelah mendapatkan gelar pahlawan Nasional dari Presiden, Pemerintah Aceh akan melakukan pemugaran terhadap makam Laksamana Malahayati yang terletak di Desa Lamreh Krueng Raya, Aceh Besar.

Pada kesempatan itu Irwandi juga menyebutkan, selain Malahayati, masih ada dua lagi tokoh dari Aceh yang sangat berhak untuk menerima gelar pahlawan, masing-masing,  Sultan Alauddin Mahmud Syah II dan Sultan Muhammad Daud Syah.

“Ini rencananya akan saya usulkan untuk tahun depan. Tapi kita usulnya satu dulu untuk tahun depan, satunya lagi untuk tahun berikutnya,” ujar Irwandi.

BACA JUGA...  Makam Raja Kerajaan Darul Kamal di Biluy Bukan Seperti Makam Raja

Sementara itu Anggota DPR RI Teuku Rifky Harsya menyebutkan, pengusulan Laksamana Malahayati sebagai pahlawan Nasional merupakan inisiatif dari Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dan juga aspirasi dari masyarakat Aceh. Sehingga pada tanggal 6 Juni 2017 lalu Komisi X DPR RI mengeluarkan rekomendasi kepada pemerintah agar menetapkan Malahayati sebagai Pahlawan Nasional, bahkan seluruh Fraksi di DPR RI saat itu kata Rifky, sepakat agar Malahayati ditetapkan sebagai salah satu penerima gelar Pahlawan Nasional.

“Tentunya ini juga berkat dukungan dari pak gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan dukungan dari gubernur Aceh terdahulu, pak Zaini Abdullah pada saat kita membutuhkan rekomendasi dari pemeriintah Aceh,”ujar Rifky. (r)

Berita Terkait

Dana Bencana Rp51,6 Miliar di Aceh Selatan Diduga Langgar Aturan 
Wabup Asel Jabat Ketua PMI
Maulid di Alue Gadeng Meriah, Pemuda Perantauan Turut Berkontribusi
Tarmizi Age Minta BPK Audit SKPA
Dek Fadh Terima Kunjungan FPRMI Aceh
Dinas Koperasi Aceh Diminta Hentikan Langkah Sepihak
Anto Genk Apresiasi SPS Workshop Series: AI Jadi Peluang Baru
Pilar Wirotama: Tantangan Komunikasi Bukan Sekadar Framing
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 20:41 WIB

Dana Bencana Rp51,6 Miliar di Aceh Selatan Diduga Langgar Aturan 

Jumat, 25 September 2026 - 07:37 WIB

Wabup Asel Jabat Ketua PMI

Kamis, 24 September 2026 - 21:24 WIB

Maulid di Alue Gadeng Meriah, Pemuda Perantauan Turut Berkontribusi

Kamis, 24 September 2026 - 17:36 WIB

Dek Fadh Terima Kunjungan FPRMI Aceh

Kamis, 24 September 2026 - 16:53 WIB

Dinas Koperasi Aceh Diminta Hentikan Langkah Sepihak

Berita Terbaru

NEWS FEATURE

Kongres PSSI Aceh Dipersoalkan Sejumlah Voters

Sabtu, 26 Sep 2026 - 11:51 WIB

Wakil bupati Aceh Selatan Baital Mukadis, foto/mediaaceh.co.id.

PEMERINTAHAN

Wabup Asel Jabat Ketua PMI

Jumat, 25 Sep 2026 - 07:37 WIB