Carut Marut Pengelolaan Aset DKP Aceh Perlu Ditata Ulang

Gedung Cold Storage.

BANDA ACEH, MEDIAACEH.CO.ID Pengelolaan Gedung cold storage (gudang penyimpanan ikan) di Lampulo, milik Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh masih menjadi pertanyaan banyak pihak. Karena sejatinya pemenang lelang atas pengelolaan gudang tersebut sudah ada, namun tidak tahu kenapa pengelolanya telah beralih ke pihak lain yang bukan pemenang lelang.

Kondisi tersebut telah menyesatkan informasi masyarakat, atas keberadaan pemenang lelang. Seperti yang disampaikan seorang warga Banda Aceh sebut saja Takur (disamarkan), kepada wartawan media ini 7 September 2022.

“Sudah dua tahun dikelola pemenang lelang oleh Lembaga Adat Panglima Lampulo, tidak ada PAD yang masuk ke kas negara. Padahal lembaga tersebut menang lelang dengan 8.345 juta (tawaran tertinggi), dikemanakan dana tersebut. Seharusnya jika tidak dikelola sesuai dengan aturan yang disyaratkan, bisa saja dilelang ulang secara transparan,” ungkapnya.

Dari beberapa sumber lain yang dapat dipercaya menyebutkan, Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh terkesan sengaja mengkondisikan keadaan semacam ini. Menentukan pemenang tapi kemudian dikelola sendiri, jelas ini pembohongan.

BACA JUGA...  Mahdi Efendi Ajak Media Bangun Aceh Barat di Bidang Pemerataan Ekonomi

Untuk mencari kebenaran hal yang dimaksud, wartawan media ini melakukan konfirmasi ke beberapa pihak petugas yang berhubungan dengan pengelolaan cold storage milik Dinas Kelautan Aceh di Lampulo, Kamis 8 September 2022.

Fani selaku Kepala UPTD yang diserahin tanggung jawab mengelola sendiri cold storage membenarkan, “ya sekarang kami kelola sendiri cold storage itu,” tegasnya, di ruang kerjanya yang didampingi jajaran staf dan kasienya.

Namun Fani Kepala UPTD tidak mau berkomentar tentang, pengelolaan sebelumnya. “Bagian Aset saya kira yang lebih paham, dan dokumen kerjasama tentu ada di sana”. Pungkas Fani..

Harapan Fani menjadi sia-sia, karena Kasubag Aset yang merangkap Keuangan tidak merespon sambungan telepon wartawan, wa juga tidak dijawab. Ditunggu hingga sore Kasubag Aset dan Keuangan Ningrum tidak ada kabar dan tidak kembali ke ruang kerjanya di bidang Aset dan Keuangan.

BACA JUGA...  FAKTA Desak Pansus DPRA Ungkap Temuan Penyimpangan

Sikap Ningrum menambahkan keyakinan akan ada indikasi keuangan pada gagalnya pengelolaan oleh pemenang lelang sebelumnya, dan pengelolaan aset-aset milik DKP Aceh berhubungan dengan persoalan keuangan.

Sementara Abu (Abu Bakar) selaku Syahbandar Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, lebih memilih dikelola sendiri. Karena begitu banyak menyerap tenaga kerja lokal, bisa mencari nafkah dengan bekerja di cold storage DKP Aceh.

Pernyataan yang sama juga disampaikan oleh Fitriani, S.Pi, M.Si Kasubkoord pengolahan dan pemasaran hasil perikanan DKP Aceh.

“Dengan dikelola sendiri mudah untuk mengontrol jika ada kerusakan dan inventarisnya lebih terjaga, sementara hasil PAD juga jelas dapat disetorkan untuk pandapatan daerah. Berbeda jika dikelola pihak lain, banyak inventaris yang rusak dan tidak diperbaiki”.

Namun Fitriani juga berpendapat yang sama, menyangkut dokumen kerjasama dan apa saja data inventaris itu ada di bidang Aset. Begitu juga saat ditanya kenapa pemenang lelang tidak mau lagi mengelola, Fitriani memilih diam dan berharap biarlah cold storage ini dikelola langsung oleh dinas. Pinta Fitriani.

BACA JUGA...  Pj Bupati Aceh Utara Buka Musda MPU, Azwardi Ajak Umat Islam Untuk Keluar dari Kemiskinan

Sofyan yang dikenal sebagai wak yan selaku pemenang lelang masa lalu, berjanji dihadirkan tidak datang saat konfirmasi berjalan di ruang UPTD. Hal ini menambah rentetan tanda tanya menyangkut keuangan, apalagi Bagian Aset dan Keuangan DKP menghindar untuk menemui wartawan.

Apa yang dimaksud pemenang lelang dengan penawaran tertinggi sebesar 8 milyar lebih, kemana dana itu masuk. Bagaimana uang pengelolaan cold storage sebelumnya, dan bagaimana aset-aset yang telah diserahkan ke pihak lain melakukan usahanya di lingkungan tanah milik DKP Aceh.

Hingga berita ini diturunkan 9 September 2022, Kasubag Aset dan Keuangan DKP Aceh belum merespon komunikasi wartawan. Sementara Kepala Dinas DKP Aceh, kabarnya sedang DL dan ND ke Sekretaris. Namun karena Sekretaris Dinas, ada keluarga yang sedang sakit sehingga tidak bisa ditemui. Banda Aceh, 9 September 2022. (AM).