Bupati Jufri Desak SKPK Dijajarannya Harus Segera Miliki Amdal dan UKL-UP

Jumat, 24 Juni 2016

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Abdya, Ir Jufri Hasanuddin MM
Bupati Abdya, Ir Jufri Hasanuddin MM

Blangpidie | AP-Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Ir Jufri Hasanuddin MM mendesak kepala Satuan Perangkat Kerja Kabupaten (SKPK) di jajarannya untuk segera melengkapi dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL).

Hal tersebut ditegaskan Bupati Jufri guna menindak lanjuti surat Gubenur Aceh Nomor  66/4840 tanggal 21 Maret 2016 perihal kewajiban Amdal atau UKL-UPL sesuai Peraturan Menteri Negera Lingkungan Hidup (Meneg LH) Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2016 di setiap Dinas, Badan dan Kantor pemerintah yang ada di Kabupaten/kota di Provinsi Aceh.

BACA JUGA...  Rekomendasi Bupati Bukan Izin Tambang, Asrimaida: Kewenangan IUP Pada Gubernur 

“Kewajiban memiliki Amdal atau UKL-UPL itu juga harus sesuai dengan Peraturan  Meneg LH Republik Indonesia nomor 05 tahun 2012, dan Pasal 5 ayat (1) dan (4) dalam lampirannya tentang  jenis rancana usaha atau kegiatan yang wajib memiliki Amdal nomor B.404/DPKP2 Trans 06/2016,” tegas Bupati Jufri Jum’at (24/6) di Blangpidie.

Lebih lanjut ditegaskan Bupati Jufri, SKPK di jajarannya ada yang wajib memiliki Amdal dan  ada  wajib   memiliki UKL-UPL atau surat pernyataan kesanggupan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup dengan,”Skala besar dari 2000 hektare wajib memiliki Amdal sedangkan skala kecil dibawah 2000 hektare wajib memiliki UKL-UPL,”tegasnya.

BACA JUGA...  Ketua Apdesi Pimpin Rombongan Bimtek BUMG ke Pulau Jawa

Pada kesempatan itu, Bupati Jufri juga menyebutkan, bagi SKPK ataupun perorangan yang melakukan usaha tanpa izin lingkungan yang dilengkapi Amdal dan UKL-UPL akan dikenakan sanksi dipidana dengan penjara  paling lama 3 (tiga) tahun, denda  sebesar 3.000.000.000-, (tiga miliyar rupiah).

“Lampiran keputusan tersebut langsung di tanda-tangani oleh Direktur Jenderal atas nama  Rr Ratna Dewi Andriani,” sebutnya. [Musdar]

BACA JUGA...  Iskandar Usman Al- Farlaky Dukung Langkah Mualem Cabut Pergub JKA

Berita Terkait

Tim Itdam IM Periksa Pekerjaan  Jembatan Aramco di Aceh Selatan
Bank Aceh dan BI Provinsi Aceh Luncurkan Soundbox QRIS Dinamis
Kapolsek Tanah Jambo Aye Gelar Sosialisasi Perlinsos di Buket Jrat Manyang 
Haili Yoga: MPP Citra Pelayanan Daerah
HSN 2026, Aceh Tengah Gaungkan Perlindungan Santri
Kakankemenag Aceh Utara Apresiasi Ayah Wa Sukseskan HSN 2026
Aceh Utara Peringati HSN 2026, Ayah Wa Ajak Santri Menguatkan Negeri 
Ayah Wa Ajak Warga Berbusana Santri
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:19 WIB

Tim Itdam IM Periksa Pekerjaan  Jembatan Aramco di Aceh Selatan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Bank Aceh dan BI Provinsi Aceh Luncurkan Soundbox QRIS Dinamis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:24 WIB

Kapolsek Tanah Jambo Aye Gelar Sosialisasi Perlinsos di Buket Jrat Manyang 

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Haili Yoga: MPP Citra Pelayanan Daerah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:29 WIB

HSN 2026, Aceh Tengah Gaungkan Perlindungan Santri

Berita Terbaru

HUKOM

Kajari Panggil Dua Pejabat Disdikbud Aceh Tengah 

Sabtu, 24 Okt 2026 - 22:13 WIB

NEWS FEATURE

ORARI Aceh Tamiang Perluas Pos Pantau Bencana

Sabtu, 24 Okt 2026 - 18:16 WIB