Bupati Armia Tegaskan, Pemulihan Hak Warga Jadi Prioritas Utama

Kegiatan itu juga dihadiri Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kampung, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPMKPPKB), Tri Kurnia, puluhan perangkat kampung, serta perwakilan masyarakat dari wilayah terdampak.

Melalui forum evaluasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menampung berbagai masukan, kritik, dan catatan dari masyarakat yang menjadi sasaran program pemulihan.

BACA JUGA...  ACEH TAMIANG SEPERTI TUBUH YANG DIPAKSA TERSUNGKUR

Berbagai masukan itu akan menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan kebijakan serta penyusunan program pemulihan lanjutan pada masa mendatang.

Pemerintah berharap sinergi antara pemerintah daerah, relawan, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat dapat terus terjaga sehingga proses pemulihan pascabanjir dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan mampu mengembalikan kehidupan masyarakat ke kondisi yang lebih baik.

BACA JUGA...  RAKYAT BUTUH BUKTI, BUKAN SELFIE

Menguji Kekuatan Soludaritas

BENCANA besar yang melanda Aceh Tamiang tidak hanya menguji ketahanan infrastruktur dan birokrasi pemerintahan, tetapi juga menguji kekuatan solidaritas sosial.

Enam bulan pascabencana, proses pemulihan masih terus berlangsung. Namun, kolaborasi antara pemerintah, relawan, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat telah menjadi fondasi penting dalam membangun kembali kehidupan warga terdampak.