Armia menjelaskan, salah satu misi utama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang adalah memperkuat implementasi syariat Islam melalui peningkatan pemahaman, pelaksanaan, serta pengawasan yang lebih berkualitas.
Karena itu, sinergi antara pemerintah dan ulama dayah menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan.
Menurutnya, misi tersebut juga memiliki keterkaitan erat dengan tujuan HUDA dalam membangun gerakan ulama yang mampu memberikan kontribusi terhadap lahirnya berbagai kebijakan pemerintah yang berpihak pada pembangunan sumber daya manusia Islami.
Untuk memperkuat kolaborasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang akan terus bersinergi dengan HUDA melalui berbagai perangkat daerah dan lembaga terkait, di antaranya Dinas Syariat Islam, Kantor Kementerian Agama, Dinas Pendidikan Dayah, Baitul Mal, serta Majelis Adat Aceh (MAA).
Sinergi tersebut diarahkan pada sejumlah program prioritas, seperti peningkatan kualitas dan kemandirian dayah, penguatan kembali budaya Magrib Mengaji di tengah masyarakat, serta peningkatan kapasitas para dai hingga menjangkau pelosok kampung.
Bupati berharap kolaborasi tersebut mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter Islami yang kuat sebagai fondasi pembangunan daerah.




