Bupati Aceh Utara, Ayah Wa Laporkan Abrasi Gampong Lhok Pu’uek ke Kemensos RI

Jumat, 25 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Lhok Pu'uk pasang purnama di Seunuddon, Jum'at, (25/7).

Kondisi Lhok Pu'uk pasang purnama di Seunuddon, Jum'at, (25/7).

‎JAKARTA | MA Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., atau yang akrab disapa Ayah Wa, mengambil langkah strategis dalam menyikapi bencana abrasi yang terus menggerus wilayah pesisir Desa Lhok Pu’uek, Kecamatan Seunuddon.

‎Menyadari urgensi situasi tersebut, Ayah Wa telah melaporkan kejadian itu kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) guna mendapatkan penanganan dan bantuan yang lebih maksimal.

‎Bencana abrasi di kawasan itu bukanlah hal baru seperti disampaikan oleh Geuchik Gampong Lhok Pu’uek, T. Bakhtiar, bahwa gelombang laut yang terus-menerus menerjang tiap tahun telah mengakibatkan sebanyak 38 rumah warga hilang terseret abrasi.

‎Bahkan, pada tahun sebelumnya, dampak yang ditimbulkan jauh lebih besar. Abrasi itu sudah berulang kali terjadi, bahkan tahun lalu sangat banyak rumah warga yang terdampak, tetapi tidak ada titik temunya dari pihak pemerintah.

‎Tidak hanya rumah yang sudah lenyap, sekitar 214 rumah lainnya kini berada dalam kondisi terancam. Lokasinya yang sangat dekat dengan bibir pantai membuat warga was-was, terlebih ketika terjadi pasang tinggi.

‎Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Ayah Wa menegaskan bahwa pihaknya akan terus mencari solusi untuk permasalahan tersebut. Ayah Wa menekankan pentingnya kerja cepat, kolaboratif, dan tepat sasaran dalam menghadapi bencana lingkungan seperti ini.

‎”Kita harus hadir bersama rakyat saat mereka dalam kesulitan. Untuk itu, kita telah mengusulkan bantuan ke Kementerian Sosial RI agar masyarakat terdampak bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak,” ujar Ayah Wa.

‎Permintaan tersebut ditujukan agar pemerintah pusat bisa mengalokasikan program bantuan rumah layak huni atau relokasi khusus untuk masyarakat yang tinggal di zona rawan abrasi. Tidak hanya untuk Lhok Pu’uek, pemerintah daerah juga berharap ada perhatian terhadap wilayah pesisir lainnya di Aceh Utara yang memiliki risiko serupa.

‎Dalam perkara ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara juga terus menyusun rencana jangka panjang berupa penanganan abrasi secara teknis dan ekologis untuk menahan ombak dan rehabilitasi kawasan pesisir.

‎Pemerintah desa bersama masyarakat juga diimbau untuk terus waspada dan mendata potensi kerusakan susulan. Koordinasi antar instansi terus diperkuat agar setiap laporan dan kebutuhan masyarakat bisa direspon cepat. Bantuan logistik sementara juga disiapkan apabila sewaktu-waktu warga harus mengungsi akibat gelombang pasang.

‎Dengan sinergi antara pemerintah desa, kabupaten, dan pusat, Ayah Wa berharap masyarakat Lhok Pu’uek tetap tabah dan yakin bahwa pemerintah tidak akan lepas tangan. “Insya Allah, Aceh Utara Bangkit bukan hanya slogan, tapi semangat untuk hadir dan melayani rakyat dalam keadaan apapun,” pungkasnya.(Sayed Panton)

BACA JUGA...  Desakan Agar SPPG-YRKB Rasian Tutup Permanen Mencuat

Berita Terkait

Area Parkir Pasar Al-Mahirah “Telan” Lima Kendaraan
Ayah Wa: 800 Tahun Samudera Pasai Momentum Kebangkitan Aceh Utara
Sambil Menyeruput Kopi, Ayah Wa Serap Aspirasi Masyarakat Aceh Utara
Muslim Ayub Lihat Kondisi Lapas Kelas IIA Banda Aceh
Piasan Pase 2026 Digelar 7 Hari, Aceh Utara Rayakan 800 Tahun Sejarah Pase
Gubernur Aceh Pimpin RUPSLB Bank Aceh
Ayah Wa Dorong Pendidikan Aceh Melahirkan Generasi Islami, Unggul dan Bermartabat
Plt. Sekda Aceh Terima Audiensi Forum Pimred Multimedia Indonesia-Aceh

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 17:11 WIB

Area Parkir Pasar Al-Mahirah “Telan” Lima Kendaraan

Sabtu, 5 September 2026 - 11:03 WIB

Ayah Wa: 800 Tahun Samudera Pasai Momentum Kebangkitan Aceh Utara

Sabtu, 5 September 2026 - 10:34 WIB

Sambil Menyeruput Kopi, Ayah Wa Serap Aspirasi Masyarakat Aceh Utara

Jumat, 4 September 2026 - 17:46 WIB

Muslim Ayub Lihat Kondisi Lapas Kelas IIA Banda Aceh

Kamis, 3 September 2026 - 20:25 WIB

Piasan Pase 2026 Digelar 7 Hari, Aceh Utara Rayakan 800 Tahun Sejarah Pase

Berita Terbaru

Ilustrasi cover editorial bantuan stimulan

EDITORIAL

60.223 KK, Amanah yang Harus Sampai ke Rumah

Sabtu, 5 Sep 2026 - 13:44 WIB

Tim advokat LBH Peradi Profesional bersama warga mengawal proses hukum dugaan pencemaran lingkungan yang melibatkan PT Genesis Regeneration Smelting (GRS) di Serang, Banten. (Foto: JR/MA)

HUKOM

Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang

Sabtu, 5 Sep 2026 - 13:44 WIB