Budaya, Pameran, UMKM dan Musik ‘Klasikal’ Adat Tamiang

Budaya, Pameran, UMKM dan Musik ‘Klasikal’ Adat Tamiang. [Foto Dok. | mediaaceh.co.id | Awelatam].

“Masyarakat perlu penyegaran, dibarengi edukasi pagelarannya, sarat dengan Ilmu dan pembelajaran mengenal lebih dalam budaya Melayu Tamiang, yang kian memudar. Ini perlu kita bangkitkan lagi, perkenalkan pada dunia luar,” jelas Bupati Armia tersenyum puas.

GEMURUH DEBUS MAJAL menancap tubuh, menembus langit cakrawala Bumi Muda Sedia [Julukan Aceh Tamiang] malam itu, jerit histeris penikmat budaya, tambah Asabat penabuh genderang beratraksi.

BACA JUGA...  Negara-Negara G-20 Sepakat Capai Pertumbuhan Ekonomi Global yang Kuat dan Berdaya Tahan

Liuk gemulai Putri Mayang, suguhkan tepak bak serampang dua belas, termasyur cantik dan indah, menancap tradisi, adat dan budaya Melayu Tamiang.

Ada kain Tenun Songket Tamiang yang sudah mendunia, Kraft [Tas, Dompet, Pernak Pernik dan lainnya], ada juga Cemilan Tradisional khas Melayu Tamiang. Semua terpapar pada pagelaran itu.

Parade musik, menyuguhkan kepiawaian bakat band kaula muda dari daerah ber simbul pucuk rebung itu menambah riuh dan pikuknya suasana malam.

BACA JUGA...  Raih Kejayaan Lewat Seni Budaya

Itu sekilas gambaran sambut HUT Kemerdekaan RI ke 80 di kabupaten ujung Timur provinsi Aceh. Selama dua dekade tiga tahun berdiri Aceh Tamiang baru kali ini digelar sangat berbeda dan meriah.

Semarak, suka ria, enerjik, inovasi dan gemerlap. Menampilkan wajah Aceh Tamiang yang sebenarnya. Bupati Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH dan Wakil Bupati Ismail, SE.I sumringah berbaur bersama masyarakat malam itu.