Belum Diteken Plt Gubernur, KPA: “Gimana Mau Tancap Gas?”

Banda Aceh (ADC)- Kabarnya APBK Perubahan sejumlah Kabupaten/Kota, hingga saat ini belum ditandatangani oleh Plt. Gubernur Aceh. Padahal ada Kabupaten/kota yang sudah lebih 2 (dua) Minggu bahkan ada yang hampir sebulan mengajukan dokumen APBK Perubahan tersebut.

“Kemarin, waktu Pelantikan Pejabat Eselon, Plt Gubernur menyampaikan, bahwa harus tancap gas, karena sudah masuk akhir triwulan ketiga. Ini faktanya, justru Plt yang terkesan memperlambat realisasi anggaran perubahan di sejumlah Kabupaten/Kota. Kan aneh?,” Ungkap Koordinator Kaukus Peduli Aceh (KPA) Muhammad Hasbar Kuba kepada media ini, Rabu 4 September 2019.

BACA JUGA...  Untuk Pengawasan Pelayaran Sabang Lebih Baik Yuliadi Dimnta Pimpinan KSOP

Plt Gubernur Aceh dinilai selama ini, terlalu banyak berbicara untuk orang, ternyata kinerja dan kebijakan Plt Gubernur yang lamban itu memperlambat pembangunan.

“Jika anggaran perubahan sejumlah Kabupaten/Kota tidak segera diproses Plt Gubernur, maka dapat dipastikan, realisasi pembangunan dan serapan anggaran akan terhambat. Di tingkat Kabupaten/Kota, anggaran perubahan tersebut sudah disahkan, karena Plt Gubernur lambat tandatangani, sehingga tidak bisa direalisasikan. Jadi, gimana mau “tancap gas?,” cetus Hasbar.

BACA JUGA...  Optimalisasi Tata Kelola Kescatin, Dinkes Bener Meriah Buat Program Binwin 

KPA meminta agar Plt Gubernur Aceh, tak hanya bisa jalan-jalan keluar, sementara sejumlah dokumen penting untuk pembangunan masih belum ditandatangani.

“Proses birokrasi yang selalu terkesan lamban bin lelet harus segera ditangani. Jika tidak, maka ini akan berdampak serius terhadap pembangunan,” tambahnya lagi.

Selain itu, KPA juga mendesak agar Plt Gubernur tak hanya bisa merombak kabinet dengan dalih percepatan realisasi anggaran, namun justru Plt Gubernur sendiri yang membuat jalannya pembangunan itu lambat.

“Jika APBK Perubahan itu tidak juga ditandatangani secepatnya oleh Plt Gubernur, maka dipastikan sejumlah daerah akan mengalami Silpa. Jika Silpa membengkak di sejumlah daerah, maka wajar saja masyarakat di daerah nantinya menyalahkan Plt Gubernur. Sudah realisasi APBA lamban, jangan sampai anggaran daerah juga lamban nantinya,” imbuhnya.

BACA JUGA...  Merebaknya Dugaan Penyelewengan BOK Puskesmas, Pengawasan Dinkes Asel Lemah 

Kita berharap, pembangunan terus dapat dimaksimalkan, baik secara serapan dan realisasi anggaran maupun output pembangunan kepada rakyat.

“Semoga Aceh Hebat yang digaung-gaungkan, tak berubah nama menjadi Aceh Lambat,” tutup Muhammad Hasbar Kuba. (Ahmad Fadil/R)