
“Kita lakukan ini demi kebutuhan dan kelancaran perekonomian rakyat. Kita tahu tahun ini ada efisiensi anggaran secara nasional, dan ini juga berdampak ke daerah. Insya Allah tahun depan akan ditindaklanjuti lebih menyeluruh sesuai arahan Bapak Bupati,” tambahnya.
Menurut Musriadi, penanganan infrastruktur jalan dan saluran menjadi prioritas karena kondisi saluran-saluran air di wilayah tengah sudah banyak yang tersumbat. Hal ini diperparah oleh tidak berfungsinya pintu air Kurung Pase selama beberapa tahun terakhir akibat kerusakan. Namun, pintu air tersebut saat ini sedang dalam tahap akhir perbaikan dan akan segera bisa difungsikan kembali.
“Kondisi di wilayah tengah memang cukup mengkhawatirkan. Banyak saluran air yang rusak atau tersumbat karena tidak ada aliran yang lancar dari bendungan. Maka itu, selain jalan, kita juga fokus pada saluran pembuang dan irigasi,” katanya.
Musriadi juga menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan instruksi efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, Pemkab Aceh Utara mengambil inisiatif untuk melakukan pemeliharaan secara swakelola agar dapat mengefisiensikan biaya sekaligus mempercepat pelaksanaan di lapangan.





