Ia mengimbau masyarakat agar tidak menafsirkan pernyataan Presiden secara sepotong-sepotong karena dapat memunculkan kesalahpahaman dan memicu polemik yang tidak perlu di ruang publik.
Dalam kesempatan yang sama, Anto Genk kembali menegaskan posisi JMSI sebagai organisasi perusahaan pers yang menjadi konstituen Dewan Pers.
Menurutnya, JMSI merupakan wadah bagi pemilik perusahaan media siber yang berkomitmen membangun industri pers yang sehat, profesional, dan berkelanjutan.
Karena itu, ia meminta seluruh anggota JMSI menjaga integritas organisasi dengan menjunjung tinggi etika jurnalistik, independensi, serta tanggung jawab dalam menyajikan informasi kepada masyarakat.
“Tujuan kami adalah memajukan perusahaan pers anggota sekaligus mendorong para wartawannya bekerja semakin profesional. Media yang tergabung dalam JMSI juga memiliki tanggung jawab mendukung pembangunan daerah melalui pemberitaan yang objektif, sekaligus ikut menciptakan iklim investasi yang kondusif,” katanya.
Ketua JMSI Tabagsel, Yusrizal Nasution atau Ucok Rizal, mengatakan perusahaan pers yang tergabung dalam JMSI akan terus mengambil peran sebagai mitra pembangunan dengan menghadirkan informasi yang konstruktif, edukatif, dan mencerdaskan masyarakat.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















