TAPAKTUAN (MA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan diharapkan dapat membangun sebuah tugu yang bisa menjadi simbol perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia (RI).
Kehadiran tugu diharapkan juga sebagai “pengingat” dan sebagai ucapan terima kasih atas perjuangan para patriot Bangsa dari Aceh Selatan.
Khususnya, para anggota Batalyon VIII yang tergabung dalam Resimen III di bawah komando Divisi X Aceh.
Hal itu disampaikan salah seorang putra Anggota Batalyon VIII dari Aceh Selatan Anhar kepada mediaaceh.co.id di Tapaktuan, sehubungan peringatan Hari Jadi Aceh Selatan ke-77 tahun 2022, yang baru saja diperingati.
Menurut Anhar, momen peringatan Hari Jadi Aceh Selatan itu, adalah saat yang tepat untuk disampaikannya “amanah” para pejuang kemerdekaan Indonesia dari Aceh Selatan.
“Amanah dari para pejuang itu, saya ingatkan wajib ditindak lanjuti sebagai bentuk penghargaan kita atas jasa-jasa merek,” kata Anhar yang berjuang sejak lama mewujudkan pembangunan tugu tersebut.
Hasil kesempatan reuni besar (akbar) para veteran pejuang kemerdekaan yang diselenggarakan pada tahun 1983 bahwa harus dibangun tugu dan taman bahagia untuk para pahlawan Aceh Selatan itu.
Menurut Anhar, pertemuan besar atau reuni para pejuang Aceh Selatan itu, dihadiri sekitar 283 peserta eks Pahlawan yang ikut berperang di beberapa lokasi termasuk peristiwa memperhatikan serang militer Belanda di Ting Lingga Kabupaten Dairi.
Selain itu, para pejuang Aceh Selatan juga ikut merebut dan mempertahan wilayah Republik Indonesia di Medan Sumatra Utara atau yang terkenal dengan perang Medan Area.
Dalam merebut dan menegakkan kedaulatan negara yang sudah merdeka, para pejuang itu tidak pernah berfikir, mereka akan mendapatkan apa, akan tetapi murni untuk mempertahankan kemerdekaan.
Dikatakan Anhar, sebetulnya, para putra-putri pahlawan Aceh Selatan yang tergabung dalam komunitas perjuangan tugu, sudah sejak lama mengharapkan terwujudnya tugu tersebut. Akan tetapi mengingat sesuatu dan lain hal, mereka “mendiamkan” keinginan tersebut.
“Baru kali ini kami bersemangat untuk memperjuangkannya, termasuk banyak yang mengharapkan dan mendukung keinginan kami ini,” Kat Anhar.
Bahkan dia bertambah semangat, karena sudah bertemu dengan Sekdakab Aceh Selatan Cut Syazalisma, belum lama ini.
“Beliau paham sekali dengan apa yang disampaikan atas cita-cita para alumni pejuang kemerdekaan yang tergabung dalam Batalyon VIII,” kata Anhar.
Pertemuan reuni mantan para pejuang itu, dihadiri tokoh-tokoh militer dan Gubernur Aceh kala itu.
Ketua Panitia Reuni 1983 tercatat Amran Zamzami dan Sekretarisnya Zulyaden (Tapaktuan).
“Kami berharap kepada Pemda Aceh Selatan dan semua pihak yang menghargai sejarah untuk berfikir dan berbuat untuk membangun tugu pahlawan tersebut ” kata Anhar.
Menurut Anhar, pada waktu pemerintahan Aceh Selatan dipimpin oleh Teuku Sama Indra, SH, rencana ini hampir terwujud setelah proposal dan gambar tugu diterima oleh bupati.
Pada waktu itu, bupati berjanji akan membangun tugu di lokasi persimpangan jalan Sudirman dan Jajan Syech Abdurrauf As-Singkili (jalan Induk).
“Namun ternyata, bangunan tugu tidak terwujud,” demikian Anhar.(Maslow Kluet).




