“Mereka ada yang dirawat di rumah sakit dan sebagian besar lainnya melakukan isolasi mandiri. Mari kita beri dukungan moril kepada mereka dengan tidak memberikan stigma negatif, karena penyakit ini bukan kutukan,” katanya.
SAG menambahkan penularan virus corona masih terjadi di tengah masyarakat Aceh melalui percikan (droplet) saat berbicara, batuk, atau bersin sehingga masuk ke tubuh orang lain melalui mulut, hidung dan mata.
“Karena itu, kita mengimbau warga untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dengan cara menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan, yang merupakan cara paling sederhana tapi efektif melindungi diri dari ancaman virus corona,”pungkasnya. (*)
Halaman : 1 2














