Masa antara deklarasi dan pelantikan menjadi periode konsolidasi sekaligus ujian. Organisasi harus menjelaskan dirinya kepada publik pers yang sudah memiliki banyak lembaga representasi.
Tantangan terbesar AMKI pada tahun pertama bukan sekadar membangun struktur, melainkan menciptakan legitimasi.
Berbeda dengan organisasi pers yang telah lama memiliki figur populer dan sejarah panjang, AMKI memulai perjalanan dengan modal yang berbeda. Struktur pembina, penasihat, dan pengurus belum dipenuhi nama-nama yang memiliki daya magnet kuat di ruang publik.
Kondisi itu coba ditutup oleh kapasitas Ketua Umum AMKI Tundra Meliala yang merupakan salah satu inisiator dan pendiri organisasi ini. Pengalaman, jejaring, serta kemampuan membangun komunikasi lintas lembaga menjadi modal penting dalam memperkenalkan AMKI.
Dalam satu tahun, AMKI berhasil membangun kepengurusan di 20 provinsi. Beberapa wilayah lain seperti Kalimantan dan Papua masih dalam proses penyempurnaan struktur.
Kecepatan konsolidasi daerah menjadi salah satu indikator bahwa organisasi ini mencoba tidak hanya berpusat di Jakarta.
Tetapi membangun organisasi nasional bukan hanya soal jumlah cabang. Tantangan berikutnya adalah memastikan cabang-cabang daerah memiliki kapasitas, program, dan manfaat nyata bagi anggota.




