“Sebagai mahasiswa yang berperan sebagai kontrol sosial, kami siap mengawal jalannya pembangunan agar tetap transparan, akuntabel, dan berpihak pada rakyat,” tegasnya.
Meski belum sepenuhnya lepas dari berbagai tantangan seperti keterbatasan anggaran, kebutuhan akan layanan dasar, serta tuntutan pemerataan pembangunan, sejumlah inisiatif awal pemerintah daerah dinilai memberi sinyal positif.
Harapan masyarakat atas hadirnya pemerintahan yang adil, progresif, dan responsif kini semakin menguat.
Wajah-wajah penuh optimisme mulai tampak di tengah masyarakat Aceh Tamiang.
Babak baru telah dimulai, dan rakyat menanti kelanjutan dari semangat perubahan yang telah dihidupkan dalam 100 hari pertama.[*]




